Friday, March 30, 2012

Pengampunan itu memerdekakan Iman

Ayat bacaan: Markus 11:25
======================
"Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu."

pengampunan memerdekakan imanSaya pernah bertemu dengan seorang kakek tua yang dahulu pernah berjuang membela tanah air pada masa sebelum kemerdekaan. Ia bercerita betapa sakitnya menjadi bangsa terjajah pada waktu itu. "Kita tidak bisa apa-apa, hidup pada masa itu penuh ketakutan.." katanya. Ia pun sempat menceritakan bahwa saudari perempuannya diambil oleh tentara Jepang dan sejak saat itu tidak pernah ia dengar lagi beritanya. Berada di bawah penjajahan membuat kita terbatas dalam bergerak atau memperoleh sesuatu. Nyatanya hari ini di alam yang katanya merdeka pun kita masih sering terjajah oleh banyak hal. Dalam hal iman pun sadar atau tidak seringkali kita belum merdeka. Padahal Yesus sudah memerdekakan kita dari belenggu dosa ribuan tahun lalu. Jangan dulu menyalahkan orang lain, karena bisa jadi kita justru terjajah oleh keputusan-keputusan kita sendiri yang bertentangan dengan Firman Tuhan. Itu menghalangi berkat dan jawaban Tuhan turun atas kita, membuat jarak kita terpisah begitu jauh dari Tuhan.

Lihatlah apa yang dikatakan dalam kitab Yesaya berikut. "Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu." (Yesaya 59:1-2). Dosa-dosa yang kita biarkan terus bercokol di dalam diri kita bisa membuat doa-doa kita terhalang untuk mendapatkan jawaban. Itu merupakan penghalang hubungan kita dengan Tuhan. Perlakuan suami terhadap istri yang tidak bijaksana pun bisa menghalangi kita menjadi orang-orang yang merdeka secara iman. "Demikian juga kamu, hai suami-suami, hiduplah bijaksana dengan isterimu, sebagai kaum yang lebih lemah! Hormatilah mereka sebagai teman pewaris dari kasih karunia, yaitu kehidupan, supaya doamu jangan terhalang." (1 Petrus 3:7). Selain itu, ada satu lagi penghambat doa-doa kita didengar Tuhan, yaitu ketika kita masih menyimpan dendam dan belum bisa memberikan pengampunan terhadap seseorang yang pernah melukai perasaan kita atau merugikan hidup kita.

Banyak orang lupa betapa eratnya hubungan antara iman dan pengampunan. Yesus pernah mengajarkan mengenai hubungan ini ketika memberi nasihat tentang doa (Markus 11:20-26). Syarat yang diberikan Yesus agar kita bisa memiliki iman yang sanggup mencampakkan gunung ke laut adalah keteguhan hati kita. Tidak bimbang, tetap percaya, maka hal itu akan terjadi. Demikian kata Yesus dalam ayat 23. Kemudian Yesus melanjutkan lewat ayat yang sudah begitu kita kenal dengan baik. "Karena itu Aku berkata kepadamu: apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu." (ay 24). Iman yang kuat akan membuat kita bisa percaya penuh kepada Tuhan. Tapi kemudian lihatlah ayat berikutnya. "Dan jika kamu berdiri untuk berdoa, ampunilah dahulu sekiranya ada barang sesuatu dalam hatimu terhadap seseorang, supaya juga Bapamu yang di sorga mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (ay 25). Bahkan kemudian menekankan sekali lagi akan hal sebaliknya "Tetapi jika kamu tidak mengampuni, maka Bapamu yang di sorga juga tidak akan mengampuni kesalahan-kesalahanmu." (ay 26). Rangkaian ayat ini menunjukkan sebuah kaitan yang sangat erat antara iman dan pengampunan. Sebelum kita berdoa, kita wajib terlebih dahulu mengampuni orang-orang yang masih mengganjal dalam hati kita. Artinya, doa hanya akan berakhir sia-sia jika kita belum melepaskan sakit hati atau dendam yang masih bercokol di dalam hati kita dan memberi pengampunan.

Tentu saja bukan kebetulan jika Yesus menopang gabungan kedua kalimat itu. Tuhan Yesus ingin kita sadar bahwa mengampuni orang-orang yang bersalah kepada kita adalah dasar utama untuk menerima sesuatu dari Tuhan. Tuhan sendiri sudah menunjukkan sikap tersebut terlebih dahulu. Dia selalu siap mengampuni kesalahan kita sebesar apapun. Tapi lihatlah bahwa itu bisa terjadi apabila kita mau mengampuni kesalahan orang. "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga." (Matius 6:14). Pesan yang sangat penting dikemukakan Yesus lewat sandingan ayat antara menerima apa yang kita doakan dengan memberikan pengampunan kepada orang-orang yang sudah menyakiti kita: Jangan berharap doa kita didengar jika kita masih menyimpan sakit hati dan dendam terhadap orang lain. Dengan kata lain, kita tidak akan dapat memperoleh pengabulan doa dan dendam dalam hati kita sekaligus.

Tuhan selalu memberi kesempatan bagi kita untuk bertobat. Dia memberikan pengampunan yang tidak terbatas. Sudah seharusnya kita pun berlaku sama terhadap sesama kita. Menyimpan dendam tidak akan membawa manfaat selain akan menimbulkan berbagai penyakit dan membuat kita tidak bisa melangkah maju. Selain itu, terus mendendam dan tidak mau mengampuni pun akan membuat doa-doa kita terhalang, membelenggu iman kita sehingga tidak bisa tumbuh bahkan menghilangkan kesempatan kita untuk menerima pengampunan dari Tuhan. Sungguh perihal pengampunan ini memegang peranan penting bagi pertumbuhan iman kita dan sangat menentukan terhadap apakah doa kita didengar Tuhan atau tidak. Saya tahu bahwa itu bisa sangat sulit, apalagi jika kita mengandalkan kekuatan diri sendiri untuk memberikan pengampunan. Orang bisa menyakiti kita begitu rupa sehingga hidup kita seolah berakhir sampai disitu, apalagi jika yang dilakukan menyisakan trauma dan penderitaan yang harus kita pikul untuk waktu yang lama. Tapi biar bagaimanapun sudah menjadi perintah Tuhan bagi kita untuk bisa mengampuni, dan karena itulah kita wajib mentaatinya. Kekuatan kita mungkin terbatas, tapi serahkanlah kepada Tuhan dan mintalah Roh Kudus untuk menguatkan diri kita hingga membuat kita sanggup memberikan pengampunan. Diri kita sendiri mungkin tidak sanggup, tapi Roh Kudus akan memampukan kita untuk melakukan sesuatu diluar batas kemampuan kita.

Sesungguhnya Tuhan tidak sabar untuk menyatakan kasihNya kepada kita. Dia tidak sabar untuk menjawab doa-doa kita yang tetap menanti-nantikan Dia tanpa putus pengharapan. "Sebab itu TUHAN menanti-nantikan saatnya hendak menunjukkan kasih-Nya kepada kamu; sebab itu Ia bangkit hendak menyayangi kamu. Sebab TUHAN adalah Allah yang adil; berbahagialah semua orang yang menanti-nantikan Dia!" (Yesaya 30:18). Seandainya anda telah berdoa untuk sesuatu dan tidak kunjung memperoleh jawaban, tidak ada salahnya untuk kembali memeriksa hati anda. Jika anda menemui ganjalan terhadap seseorang, memiliki sakit hati atau dendam, segeralah bereskanlah itu terlebih dahulu. Mintalah Roh Kudus untuk membantu anda mengeluarkannya dari hati anda. Bebaskan iman anda dari belenggu kepahitan, sakit hati dan dendam, dan merdekakanlah iman anda dengan segera dengan memberi pengampunan. Maka anda pun akan segera menyaksikan bagaimana Tuhan menjawab doa-doa anda dengan begitu luar biasa, bahkan memenuhi anda dengan berkat dan karuniaNya yang melimpah.

Merdekakan iman kita lewat pengampunan

Thursday, March 29, 2012

DOA PADA PAGI HARI






Syalom,

Puji Tuhan di pertengahan minggu di akhir bulan Maret ini kita bersyukur masih Tuhan ijinkan unutk boleh berkumpul di acara kebaktian Rabu Malam di wilayah timur yang diadakan di rumah Kel dr. Ronny Suling di Pulomas.

Seperti biasa kebaktian dimulai dengan puji-pujian yang dipimpin oleh sdr Ricky Sebo dan Firman yang disampaikan oleh Ibu Rini Tambingon, tapi ada juga salah satu kesaksian dari Ibu Efta.
Setelah kita mendengarkan kesaksian dan juga doa syafaat yang dibawakan oleh Bpk Dex Raranta, Firman Tuhan disampaikan oleh Ibu Rini Tambingon dimana pada kesempatan kali ini beliau membagikan kepada kita Firman dimana DOA pada pagi hari yang diambil di dalam Mazmur 5 : 1- 13.
Didalam pembahasan yang dibagikan kepada kita, ada 4 Hal yang harus menjadi bagian dalam hidup kita dimana didalam hidup kita harus mendahulukan Tuhan diantaranya :

1. Di dalam Maz 5 : 4 , dikatakan Sejak dari pagi kita memposisikan Tuhan yang utama dalam kehidupan kita.
Raja Daud mengatakan bahwa dia mengatur persembahan yang terbaik untuk Tuhan pada waktu pagi.

2. Di dalam Maz 5 : 5-7, Sebagai orang yang mengutamakan akan Tuhan kita tetap harus mengambil keputusan untuk hidup di dalam kebenaran. Meskipun kita mungkin berada di dalam lingkungan yang tidak baik, tapi kita harus mempunyai sikap untuk tidak ikut-ikutan sehingga itu bisa menjadi cerminan bahwa Yesus Kristus ada di dalam kita.
Seperti beberapa contoh tokoh dalam Alkitab yaitu Lot dan Daniel, mereka tetap hidup benar meskipun di sekeliling orang yang tidak benar. Dan Tuhan akan berkenan kepada orang yang hidup di dalam kebenaran.

3. Di dalam Maz 5 : 8-9, Kita injinkan Tuhan untuk mengatur dan memimpin serta mengambil alih di dalam kehidupan kita seperti di dalam 1 Pet 5 : 7 dan amsal 16 :3. Dimana di dalam ayat tersebut dikatakan Serahkanlah segala kekuatiran dan rencamu kepada Tuhan .

4. Di dalam Maz 5 : 10-11, Kita harus mempunyai prinsip yang benar karena Firman Tuhan dimana kita harus selalu taat dan patuh kepada Tuhan , karena janji Tuhan akan memberikan sukacita, anugerah dan berkat kepada kita.

Amin, memang sangat singkat tapi kita harus belajar mengaplikasikan Firman Tuhan ini di dalam kehidupan kita, Tuhan Memberkati

Pasti Menang dalam DIA



Efesus 2:11-13

Karena itu ingatlah, bahwa dahulu kamu--sebagai orang-orang bukan Yahudi menurut daging, yang disebut orang-orang tak bersunat oleh mereka yang menamakan dirinya "sunat", yaitu sunat lahiriah yang dikerjakan oleh tangan manusia, bahwa waktu itu kamu tanpa Kristus, tidak termasuk kewargaan Israel dan tidak mendapat bagian dalam ketentuan-ketentuan yang dijanjikan, tanpa pengharapan dan tanpa Allah di dalam dunia. Tetapi sekarang di dalam Kristus Yesus kamu, yang dahulu "jauh", sudah menjadi "dekat" oleh darah Kristus.

Pernahkah Anda sungguh-sungguh memikirkan tentang makna sebenarnya untuk berada dalam Kristus Yesus? Pernahkah Anda mendapat penyingkapan yang jelas mengenai hal itu? Jika Anda mendapatkannya, itu akan membuat perubahan besar dalam hidup Anda.

Ketahuilah, di dalam Dia kita dibangkitkan dari dosa-dosa kita. Di dalam Dia, kita didudukkan di surga sehingga Tuhan menunjukkan kepada kita kelimpahan kekayaan anugerah-Nya.Di dalam Dia kita dijadikan kebenaran Tuhan.

Jika Anda ingin penyingkapan itu meledak dalam diri Anda, mulailah menyelidiki ayat-ayat Alkitab yang berkaitan dengan keberadaan dalam Kristus. Perhatikanlah kata-kata dalam Dia, dengan Dia, melalui Dia atau di dalam-Nya. Tandailah ayat-ayat itu dan renungkanlah sampai kebenarannya tertanam dalam roh Anda. Ayat-ayat itu akan seperti mesiu yang ampuh untuk melawan serangan-serangan iblis.

Bila dia berusaha memberitahu Anda, misalnya, bahwa Anda hanya seorang berdosa dan Tuhan enggan untuk direpotkan dengan masalah-masalah Anda, Anda akan tahu bahwa dia berdusta. Anda akan sanggup menjawab dia dengan berani, "Syukur kepada Tuhan, aku dahulu seorang berdosa, tetapi sekarang akulah kebenaran Tuhan di dalam Kristus Yesus. Aku telah dibangkitkan untuk duduk dengan Dia di surga. Sekarang aku di dalam Dia dan engkau tidak dapat menyentuhku sama sekali!"

Bersiaplah jika kemudian iblis mendatangi Anda dengan kebimbangan, ketidakpercayaan dan dakwaan. Bersedialah memukul balik dengan ayat Alkitab tentang jati diri Anda dalam Yesus. Anda pasti menang begitu Anda benar-benar mengetahui bahwa Anda berada di dalam Dia!

Ketahuilah, Anda akan menjadi seorang pemenang dalam Dia.
dikutip dari renungan harian kita