Monday, August 31, 2009

MENJADI PELAYAN

AYAT inti hari ini: Matius 20: 27, 28
" Dan barangsiapa ingin menjadi terkemuka di antara kamu, hendaklah ia menjadi hambamu, sama seperti Anak Manusia datang bukan unutuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusa bagi banyak orang. "

Ketika kita sudah menduduki posisi puncak, rasanya apa pun yang kita katakan akan menjadi titah yang harus terwujud. Kita mulai berhenti mendengarkan dan sibuk berbicara. Kita sibuk berpikir dan lupa melihat apa yang sedang terjadi di sekitar kita. Tingkat kesabaran kita menipis jika segala sesuatunya tidak terlayani dengan sempurna. Di balik semua itu, kita tidak pernah tahu ada yang pontang-panting kewalahan memenuhi keinginan kita. Tidak banyak yang mengamati bahwa seorang pelayan yang masih tersenyum sabar sebenarnya sedang memikirkan anaknya yang sakit keras di rumah.
Hampir tak ada yang memikirkan bahwa penataan ruangan untuk sebuah acara istimewa yang digelar satu atau dua jam saja, membutuhkan kerja keras semalam suntuk dari sejumlah orang yang di antaranya sampai kelelahan bahkan jatuh sakit karena terpaksa harus begadang.

Sudahkah kita menerapkan gaya kepemimpinan Yesus? Yesus tak pernah meninggikan diri, tetapi merendahkan diri-Nya dengan rela. Ibarat raja yang turun takhta dan menyamar menjadi rakyat jelata, Dia mau merasakan dan memahami perasaan rakyat. Dengan begitu Dia dapat mengarahkan mereka kepada kehidupan yang lebih baik, lebih bermakna. Dalam budaya Jawa kita mengenal filosofi yang berbunyi “ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani”. Artinya: di depan memberi teladan, di sisi memberi bimbingan, dari belakang memberi dorongan. Seorang pemimpin yang baik bukan penguasa yang hanya bisa memerintah; pemimpin adalah pengayom, panutan, sekaligus rekan berbagi hati. Sudah siapkah kita menjadi hamba seperti Yesus?

BARANGKALI POSISI KITA BISA DI PUNCAK, TETAPI BIARLAH HATI KITA TETAP ADA DI TEMPAT RENDAH

Friday, August 28, 2009

Kelihatan Mustahil

Mazmur 5:4
"Tuhan pada waktu pagi Engkau mendengar seruanku"


Kurang lebih dari 40 tahun yang lalu Penginjil terkenal A.W Tozer pernah berkata, "Peradaban modern sekarang begitu kompleks sehingga hampir tidak memungkinkan bagi kehidupan rohani untuk mendapatkan tempat." Ia sudah menuliskan kalimat itu jauh sebelum email, internet televisi, dan teknologi "hemat waktu" lainnya, merampas sebagian besar waktu kita. Apalagi sekarang, saat dunia sudah jauh lebih maju lagi dengan teknologi yang tumbuh dan berkembang dengan pesatnya.

Namun sebenarnya, kita jangan terjebak dengan hal-hal teknologi semacam itu saja, karena sesungguhnya teknologi pun dapat digunakan untuk kegiatan rohani. Jadi sesungguhnya bukan hanya teknologi masa kini dan kompleksnya budaya modern saja yang mengganggu kehidupan rohani. Tetapi, sering kali hambatan-hambatan yang sangat mengganggu kita dalam menyediakan waktu untuk Allah bukan berasal dari luar diri kita, tetapi justru dari dalam diri kita sendiri. Kitalah yang terkadang enggan meluangkan waktu untuk beribadah kepada Tuhan, atau berdoa secara pribadi dan membaca Alkitab, oleh karena kesibukan masing-masing.

Lalu bagaimana caranya agar kita dapat melakukan hal yang tampaknya mustahil itu? Pertama, kita harus mengakui kegagalan kita dalam meluangkan waktu untuk Allah. Kedua, kita harus menyadari bahwa meluangkan waktu bersama Allah adalah hal yang esensial untuk kehidupan rohani kita. Hal itu seharusnya sama penting seperti keharusan kita untuk mendapatkan makanan yang cukup setiap hari. Ketiga, kita harus menyusun rencana. Sebagai contoh, di dalam Mazmur 5:4, kita dapat melihat bahwa Daud mempunyai jadwal khusus bersama Allah tiap hari.

Dengan ketiga konsep tersebut tertanam dalam benak, teduhkan hati dan pikiran Anda dan mulailah untuk menikmati sukacita yang datang karena Anda telah menyediakan diri untuk Tuhan. Percayalah, Anda pasti sanggup untuk melakukan apa yang kelihatannya mustahil itu.

Waktu yang diluangkan bersama Tuhan adalah waktu terbaik yang perlu Anda miliki

Thursday, August 27, 2009

HIDUP ADALAH PERJUANGAN

Sebab sewaktu-waktu turun malaikat Tuhan ke kolam itu dan menggoncangkan air itu; barangsiapa yang terdahulu masuk ke dalamnya sesudah goncangan air itu, menjadi sembuh, apapun juga penyakitnya. (Yohanes 5:4).

Salah satu tema yang tidak pernah berhenti dibicarakan semasa manusia hidup adalah tentang hidup itu sendiri. Karena itu, setiap orang harus mengerti makna dari kehidupan tersebut agar pemahamannya tentang hidup tidaklah terlalu sekuler. Sebab, dalam dunia ini terlalu banyak filosfi hidup yang dibangun tidak berdasarkan firman Tuhan. Sebut saja, filosofi yang mengatakan masa kecil ditimang-timang, masa muda foya-foya, masa tua kaya raya dan mati masuk surga.

Dalam bacaan firman Tuhan ini, Alkitab memberi perspektif yang berbeda tentang makna dari sebuah kehidupan. Di Yerusalem, dekat pintu gerbang domba ada sebuah kolam yang namanya Betesda. Dan, Betesda itu memiliki lima serambi. Di serambi-serambi itu, berbaring sejumlah besar orang sakit, orang-orang buta, orang-orang timpang dan orang-orang lumpuh. Di sana mereka menantikan goncangan air kolam tersebut. Alkitab berkata, Allah membuat aturan main yang luar biasa dan akal manusia yang terbatas sulit memahaminya. Aturan itu adalah barang siapa terdahulu masuk di dalamnya, itulah yang mendapatkan kesembuhan. Aturan ini membuat kita bertanya, kalau hal itu diberlakukan bagi orang sehat tidak masalah. Tapi, hal ini diberlakukan bagi orang-orang sakit suatu hal yang sukar dipahami. Namun itulah aturan mainnya.

Satu prinsip yang sangat menonjol kita lihat di sini bahwa hidup itu sebuah perjuangan. Manusia harus berjuang sedemikian rupa agar memperoleh berkat yang sudah disediakan-Nya, yakni kesembuhan. Jika hanya berdiam diri dan tidak pernah mencoba bertarung, maka seumur hidup tidak pernah menyaksikan dan mengalami pertolongan Tuhan. Sakit, bukanlah alasan untuk berdiam diri. Keterbatasan bukan pula alasan untuk berkata inilah nasib saya. Tuhan mau, kita berjuang dari keterbatasan yang ada, agar kuasa-Nya makin nyata bagi kita.

Inilah prinsip firman Tuhan.“Walau terbatas, tetaplah berjuang agar kuasa-Nya menjadi nyata”.

Wednesday, August 26, 2009

BELAS KASIHAN


Ayat bacaan: Matius 9:13"Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa."


Pernahkah anda berhadapan dengan orang yang butuh pertolongan di saat sedang sibuk-sibuknya? Pekerjaan tengah menumpuk, pikiran sedang dipenuhi berbagai urusan, di saat itu pula ada yang membutuhkan pertolongan datang pada kita. Saya pernah beberapa kali mengalami hal ini. Mungkin mudah untuk langsung mengatakan, "maaf saya sedang sangat sibuk.." Mungkin kita memang sedang membutuhkan waktu untuk berkonsentrasi dan fokus terhadap sesuatu. Tapi bagaimana jika orang tersebut benar-benar terdesak dalam situasi yang mereka hadapi, dan memerlukan pertolongan dengan segera? Terkadang kita berhadapan dengan orang yang membutuhkan bantuan dengan segera justru di saat yang kurang tepat. Situasi-situasi mendadak ini membutuhkan perhatian segera pula, dan sering membuat rencana yang telah kita susun terpaksa berubah di tengah jalan. Mungkin kita berkata, urusan kita pun sangat penting, tapi bagaimana jika apa yang mereka hadapi ternyata jauh lebih mendesak? Dan penolakan, atau penundaan kita ternyata bisa mengakibatkan sesuatu yang fatal di kemudian hari? Melayani memang tidak mudah, namun jika kita melakukannya dengan komitmen benar karena mengasihi Kristus, Tuhan tidak akan pernah menutup mata dari hal itu. Ada sukacita disana, ada kebahagiaan yang sulit dilakukan dengan kata-kata ketika melihat secara langsung banyak orang dipulihkan, dimana kuasa dan kasih Tuhan dinyatakan dalam diri mereka.


Mengacu kepada perjalanan pelayanan Tuhan Yesus ketika Dia hadir di dunia, kita menyaksikan bahwa Yesus pun menghadapi hal-hal seperti ini dalam banyak kesempatan. Ambil contoh ketika Yairus, kepala rumah ibadat tiba-tiba datang tersungkur di kaki Yesus, memohon agar Yesus menyembuhkan putrinya. (Markus 5:22-23). Yesus tidak menolak, Dia segera mengikuti Yairus untuk melihat putrinya. Dalam perjalanannya ke rumah Yairus, langkah Yesus kembali dihentikan oleh seorang wanita yang menjamah jubahNya. Wanita ini sudah 12 tahun mengalami pendarahan dan kondisinya semakin memburuk meski sudah diobati oleh banyak tabib. (ay 25-28). Yesus tidak mengibas jubahnya dan mengabaikan si wanita. Dia berhenti dan meladeni, dan seketika itu pula wanita ini sembuh. (ay 29-34). Seperti inilah keteladanan Kristus, sesuatu yang Dia wariskan kepada kita semua.


Yesus berkata: "Jadi pergilah dan pelajarilah arti firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karena Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa." (Matius 9:13). Dalam kesempatan lain kata-kata ini kembali diulang. "Jika memang kamu mengerti maksud firman ini: Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, tentu kamu tidak menghukum orang yang tidak bersalah." (12:7). Tuhan Yesus menghendaki belas kasihan, lebih daripada sekedar korban persembahan. Yesus mengutip firman Tuhan dalam Hosea 6:6 yang berkata "Sebab Aku menyukai kasih setia, dan bukan korban sembelihan, dan menyukai pengenalan akan Allah, lebih dari pada korban-korban bakaran." Dua kali dikutip Yesus, menunjukkan betapa pentingnya ajaran ini. Mengapa belas kasihan lebih dikehendaki lebih dari persembahan? Karena persembahan bisa jadi didasarkan pada motivasi-motivasi lain di luar rasa belas kasih.


Kita bisa memberikan persembahan karena sekedar kewajiban, sekedar syarat, atau agar kita diberkati, atau bahkan agar terlihat baik di mata manusia. Tapi persembahan yang diberikan dari hati yang memiliki belas kasihan tentu berbeda. Dalam kisah seorang janda miskin yang memberi persembahan kita bisa melihat hal ini. Ada banyak orang kaya memberi dalam jumlah yang besar, namun ibu janda yang miskin hanya memberi dua peser. Tapi si ibu dikatakan Yesus memberi lebih banyak dari pada semua orang yang memasukkan uang ke dalam peti persembahan. (Markus 12:43). Sebab apa? "Sebab mereka semua memberi dari kelimpahannya, tetapi janda ini memberi dari kekurangannya, semua yang ada padanya, yaitu seluruh nafkahnya." (ay 44). Ibu janda memberikan dari kekurangannya, dan itu hanya mungkin dilakukan ketika seseorang memiliki kasih dalam hidupnya. Ibu janda tahu bahwa meski kecil, ia bisa berkontribusi dalam pekerjaan Tuhan, semata-mata karena ia mengasihi Tuhan, menyadari apa yang ia miliki semuanya berasal dari Tuhan juga, dan dengan itu ia pun bisa membagi berkat dan kasih kepada sesamanya. Kembali kepada apa yang dikatakan Kristus di atas, Dia menghendaki belas kasihan dan bukan persembahan, sebenarnya apa yang dilihat Tuhan bukanlah apa yang tampak dari luar, tapi apa yang berasal dari dalam. Apa yang ada dalam hati kita ketika memberi, baik dalam bentuk apapun, itulah yang akan membuat perbedaan. Kita diingatkan Yesus: "Hendaklah kamu murah hati, sama seperti Bapamu adalah murah hati."(Lukas 6:36). Seperti halnya Bapa yang begitu murah kasih, menganugrahkan kasih karuniaNya secara berlimpah kepada kita yang sebenarnya tidak layak menerimanya, demikian pula seharusnya perbuatan kita. Kepada yang murah hati, yang memiliki hati berbelas kasihan, Tuhan Yesus menjanjikan seperti ini: "Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan." (Matius 5:7). Mungkin mereka yang butuh bantuan datang di saat-saat yang kurang tepat, tapi apakah itu berarti kita boleh mengabaikan dan menunda melayani mereka? Seperti halnya Tuhan Yesus, hendaklah kita pun memiliki rasa belas kasihan untuk rela menyisihkan waktu-waktu dan apa yang kita miliki untuk menolong orang yang sedang putus asa dan sangat membutuhkan bantuan. Siapkah anda untuk mulai menjangkau mereka yang membutuhkan pertolongan hari ini? Tuhan menjanjikan kemurahan kepada kita semua untuk dibagikan kepada orang lain dalam namaNya.

Tuesday, August 25, 2009

Menyia-nyiakan berkat Allah


Yehezkiel 28 :11-19


Sumber berkat manusia hanyalah Allah. Baik berkat jasmani maupun rohani. Manusia sama sekali tidak bisa menyombongkan diri bahwa dia bisa memperoleh segala sesuatu sendiri. Menyia-nyiakan berkat Allah berarti kita menolak mengakui Allah sebagai pemberi berkat, dan bertindak menurut keinginan sendiri yang dirasa benar.


Kalau Tirus bisa megah berdiri dan kaya raya, itu karena Allah memberkati mereka. Allah telah memberikan kepada Tirus, seorang raja yang luar biasa. Raja Tirus adalah gambaran kesempurnaan dan hikmat (ayat 12, 15). Dia dipercayakan kekuasaan yang berasal dari Allah (ayat 14) dengan takhta yang penuh kesempurnaan (ayat 13). Tak ada alasan bagi raja Tirus untuk meninggikan diri seakan-akan dialah penyebab Tirus begitu terkenal. Sayang, raja Tirus menyia-nyiakan kekuasaan dan kepercayaan dari Allah ini dengan sikap sombongnya seakan-akan dialah sumber kuasa sejati. Akibatnya, ia berbuat curang (ayat 15), melakukan kekerasan (ayat 16), bersikap sombong (ayat 17), dan melanggar kekudusan Allah (ayat 18).

Murka Allah turun atas raja Tirus. Tuhan menjatuhkannya dari posisi tinggi ke tempat paling rendah. Ia tidak lagi memerintah dari gunung Allah dan kerub yang menjaga akan memusnahkannya (ayat 16). Hikmatnya dimusnahkan dan ia dipermalukan di hadapan raja-raja dunia (ayat 17). Tuhan mem-bumihanguskan raja Tirus dan kekuasaannya hingga lenyap tidak berbekas (ayat 18). Semua penguasa dan raja terkejut melihat hal ini (ayat 19).

Ada pandangan yang mengatakan bahwa perikop ini bicara tentang kejatuhan setan. Dulu setan adalah malaikat Allah yang paling sempurna, tetapi karena kesombongannya, ia dijatuhkan ke bumi. Apapun tafsiran yang benar, perikop ini mengajarkan kepada kita bahwa kesombongan sama dengan menolak bahkan menyia-nyiakan berkat Allah. Allah akan menunjukkan siapa sesungguhnya yang berdaulat. Jangan tunggu sampai Anda harus dijatuhkan dari posisi Anda sekarang. Akuilah Dia sebagai sumber berkat Anda.

The Power of Asking to Our Powerful God


Pada Sabat tgl 22 Agustus Firman Tuhan disampaikan oleh Sdr. Frankie Tambingon, dimana bahasan yang diambil berjudul "The Power of Asking to Our Powerful GOD". Sebelum memulai Khotbah Firman Tuhan sdr Frankie mengajak seluruh jemaat untuk menyanyikan satu lagu pujian Elsahadai sehingga seluruh jemaat merasa lebih dekat dengan hadirat Allah.


Pada pendahuluannya dia bertanya kepada seluruh jemaat Siapakah Tuhan Allah kita? Apakah kita mengenalnya. selain itu beliau mengajak kepada jemaat bahwa kita mempunyai Kuasa untuk memohon, kepada Tuhan kita yang penuh kuasa.

Apakah kita mengenal Tuhan kita, Allah yang penuh kuasa itu?
Bilapun kita mengenalnya, apakah kita mengetahui seberapa berkuasanya Allah kita?
Ada beberapa hal dimana kita bisa mengenal dan mengetahui seberapa berkuasanya Allah kita :

karena di dalam 1 Korintus 8:6 Firman Tuhan memberitahukan kepada kita siapa Allah kita .

Ada 2 alasan penting mengapa kita perlu mengetahui Allah kita?

1. 1 Petrus 2:9
Menjadi orang Kristen tidak hanya sekedar 'merasa', melainkan kita harus menjadi pelaku firman.

2. Ibrani 12:4
Menjadi pelaku firman memang menyakitkan dalam proses, namun yakin dan percayalah bahwa kita akan menuai berkat yang jauh lebih besar.

Allah yang penuh kuasa, berarti Allah yang suka memberikan kuasanya. Dan ada beberapa ayat Firman Tuhan yang bisa menguatkan kita untuk lebih mengetahui bahwa Allah kita sangat berkuasa diantaranya di dalam ,Matius 7:7-11 Setiap kali kita meminta kepada Bapa kita yang disurga, Ia akan memberi, selama kita turut bekerja bersamaNya (Roma 8:28). Pada Yohanes 16:24 Allah kita pasti akan memberikan selama kita meminta (berdoa)kepadaNya. dan juga di dalam Yohanes 15:8 Allah mau kita tinggal di dalam Dia dan Dia di dalam kita, pada Matius 6:33
Asalkan kita mendahulukan Dia, segala sesuatu akan diberikanNya kepada kita.

Sebelum mengakhiri akan khotbahnya sdr Frankie memberikan kesimpulan sebagai berikut :
The powerful God is:
a. Allah yang suka kita turut aktif (Roma 8:28).
b. Allah yang suka memberi
(Matius 7:7-11).
c. Allah kita mau kita tinggal di dalam Dia, penurutan yang sempurna dan berserah selalu kepadaNya. (Yohanes 15:7) d. Allah mau kita datang dengan rendah hati (1 Raja-raja 3:7) e. Allah mau kita memprioritaskan pekerjaan pelayanan kepada Tuhan, dan bukan diri kita. (1 Raja-raja 3:9-14)

Yang terpenting adalah bahwa apa yang kita minta adalah baik di mata Tuhan sehingga Ia akan mengabulkannya. Tuhan memberkati.

Friday, August 21, 2009

Siapa Yang Hebat?

Mazmur 115:1
"Bukan kepada kami, ya TUHAN, bukan kepada kami, tetapi kepada nama-Mulah beri kemuliaan, oleh karena kasih-Mu, oleh karena setia-Mu!"

Selama masa Perang Dunia II, Harry Truman yang berasal dari Partai Demokrat diangkat menjadi Presiden Amerika Serikat ke-33 menggantikan pendahulunya Franklin Delano Roosevelt yang meninggal dunia. Harry Truman mengatakan bahwa ia merasa ada beban yang sangat berat dijatuhkan di atas pundaknya. Karena itu ia meminta agar orang-orang berdoa untuknya.

Diceritakan pula bahwa seorang rekan lamanya yang bernama Sam Rayburn, berusaha membantunya menjadi yang rendah hati dengan berkata, "Orang-orang akan melihat dirinya dan mereka akan berkata betapa hebatnya kau, Harry, tetapi kita berdua tahu bahwa sebenarnya kau tidaklah hebat."

Dalam II Tawarikh 26, kita membaca tentang Uzia, seorang raja yang sangat hebat. Ia dinobatkan menjadi raja saat berumur 16 tahun dan memerintah bangsa Yehuda selama 52 tahun lamanya (ayat 1-3). Ia juga adalah seorang raja yang takut akan Allah, dan memimpin bangsanya dalam kemakmuran untuk jangka waktu yang cukup lama.

Kemasyuran Uzia tersebar luas sampai ke wilayah di luar Yehuda, namun ia terlena karena mendengar pujian orang banyak tentang betapa hebat dirinya. Dengan sombong ia kemudian mengambil peran imam, padahal tugas itu disediakan Allah hanya bagi mereka yang adalah keturunan Harun. Oleh karena ketidaktaatannya itu, Allah kemudian menimpakan penyakit kusta kepadanya (ayat 19).

Dalam kehidupan sehari-hari, kita pasti menemui ada banyak orang hebat, mungkin mereka adalah musisi yang hebat atau olahragawan yang hebat, tetapi sesungguhnya tidak ada satu pun diantara mereka benar-benar hebat. Mereka semua pastilah memiliki kelemahan masing-masing yang mungkin tidak ada satu pun yang mengetahuinya.

Allah yang adalah pencipta alam semesta ini, Dia-lah yang sebenarnya terhebat. Bahkan orang-orang hebat yang Anda kagumi saat ini, mereka pun diberikan Tuhan kemampuan agar bisa melakukan hal-hal yang menginsipirasi hidup Anda. Oleh karena itu datanglah kepada Tuhan karena hanya Dia saja yang benar-benar hebat dan layak di puji.

Pikiran yang terlalu banyak tentang diri sendiri membuat pikiran Anda tentang Allah menjadi terlalu sedikit

Thursday, August 20, 2009

Kuasa Dari Puji-Pujian


“Tetapi kira-kira tengah malam Paulus dan Silas berdoa dan menyanyikan puji-pujian kepada Allah dan orang-orang hukuman lain mendengarkan mereka. Akan tetapi terjadilah gempa bumi yang hebat, sehingga sendi-sendi penjara itu goyah; dan seketika itu juga terbukalah semua pintu dan terlepaslah belenggu mereka semua” Kisah Para Rasul 16:25-26

Dalam perjalanan misinya di kota Filipi, Roma, Rasul Paulus dan Silas dimasukkan ke dalam penjara oleh orang-orang yang tidak suka dengan mereka. Bahkan sebelumnya Paulus dan Silas dikenakan hukuman dera. Tetapi hal ini tidak membuat mereka berkecil hati. Mereka tidak kecewa ataupun putus asa dengan keadaan yang menimpa mereka. Justru iman mereka semakin dikuatkan melalui keadaan ini. Mereka tahu bahwa segala sesuatu pasti terjadi seturut dengan kehendak Tuhan.

Masalah dan pencobaan boleh datang, tetapi sebagai umatNya kita harus belajar seperti Paulus dan Silas. Dalam keadaan senang ataupun susah, bahkan dalam keadaan yang paling buruk sekalipun, kita harus tetap dapat mengucap syukur kepada Tuhan. “Ucaplah syukur senantiasa atas segala sesuatu dalam nama Tuhan kita Yesus Kristus kepada Allah dan Bapa kita” Ef 5:20. Jangan mengeluarkan keluhan ataupun sungut-sungut di hadapan Tuhan.

Paulus dan Silas berdoa dan menaikkan puji-pujian kepada Tuhan. Mereka bernyanyi dengan semangat dan suara yang keras sehingga orang-orang lainnya yang berada dalam penjara juga ikut mendengarnya. Paulus dan Silas benar-benar mengerti bahwa ada kuasa dalam puji-pujian.


“Padahal Engkaulah Yang Kudus yang bersemayam di atas puji-pujian orang Israel” Maz 22:4. Mereka mengerti bahwa ketika mereka menaikkan puji-pujian, maka kuasa Allah turun atas mereka. Kuasa Allah tercurah atas mereka dan terjadilah gempa bumi yang dahsyat, yang mengakibatkan semua sendi-sendi penjara dan belenggu terlepas.

Pada saat masalah datang, naikkanlah puji-pujian kepada Allah. Dengan begitu kita membiarkan kuasaNya bekerja dalam kehidupan kita. Kuasa Allah akan melepaskan kita dari segala “penjara” yang mengurung kita atau “belenggu” yang mengikat kita. Penjara / belenggu berbicara mengenai suatu keadaan / kondisi yang begitu menghalangi kita untuk dapat bergerak bebas atau melangkah maju. Biarkan kuasa Allah turun untuk membebaskan hidup kita. Dia sanggup membuka jalan bagi setiap masalah dan problema kita.

Lewat kejadian yang dialami Paulus dan Silas itu, mereka dapat memenangkan kepala penjara dan seisi rumahnya. Tentunya hal ini bukan kebetulan. Tuhan mengijinkan Paulus dan Silas dipenjara untuk maksud tertentu, yaitu memenangkan jiwa-jiwa lebih banyak lagi bagi kemuliaan Tuhan.

Setiap masalah yang kita hadapi selalu membawa kita kepada berkat Tuhan yang berkelimpahan, jika kita bisa melaluinya. Jangan pernah menyerah pada saat-saat kesukaran. Terus pandang Yesus, dan naikkan puji-pujian bagiNya. Jangan melihat keadaan sekeliling yang sepertinya tidak mungkin ada jalan keluar. Kuasa Allah tiada batasnya, Dia sanggup mengadakan yang tidak ada menjadi ada. Apa yang tidak mungkin bagi manusia, itu semuanya menjadi mungkin di hadapan Allah. “Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil” Luk 1:37

Wednesday, August 19, 2009

Memiliki Doa Yang Penuh Kuasa


“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yakobus 5:16

Sebagai umat Tuhan tentunya kita senantiasa menaikkan doa kepadaNya, entah itu doa untuk kebutuhan, perlindungan, kelepasan, permohonan, ucapan syukur, syafaat dan lain sebagainya. Tetapi seringkali terjadi bahwa kita sendiri kurang yakin apakah doa yang dinaikkan itu benar-benar membawa pengaruh dalam kehidupan kita.

Bahkan ada waktu-waktu tertentu kita malah meminta orang lain yang kita anggap lebih rohani dari kita, mungkin bapa rohani kita, gembala, ataupun pendeta, untuk berdoa bagi kita. Kita menganggap bahwa kalau mereka yang berdoa, pasti lebih “ampuh” dibanding kalau kita yang menaikkan doa tersebut. Sehingga pada akhirnya, pendeta-lah yang dianggap memiliki “kesaktian” dalam berdoa.


Tuhan memang memakai sebagian orang yang khusus dipanggil olehNya untuk melayani umatNya dalam pelayanan pekerjaan Tuhan seperti di gereja. Dan otoritas daripadaNya juga turun ke atas mereka. Dan bukan suatu kesalahan jika kita meminta dukungan doa dari mereka. Tetapi dalam hal berdoa, Tuhan tidak membatasi siapa saja yang dapat menaikkan doa yang memiliki kuasa dan benar-benar membawa pengaruh bagi kehidupan kita. Bahkan orang yang baru menerima Kristus sebagai Tuhan dan juruselamatnya-pun juga bisa memilki doa yang mempunyai kuasa.

Kalau begitu, bagaimana dapat memiliki doa yang penuh kuasa, supaya kita tidak lagi bergantung kepada orang lain untuk berdoa bagi diri kita sendiri?

1. Mengaku Dosa
“Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu” Yak 5:16a
Halangan yang paling utama bagi doa kita adalah dosa. Sebanyak apapun kita berdoa, namun jika masih ada dosa yang masih diperbuat, maka kita tidak akan memiliki doa yang berkuasa.*courtesy of PelitaHidup.com“Sesungguhnya, tangan TUHAN tidak kurang panjang untuk menyelamatkan, dan pendengaran-Nya tidak kurang tajam untuk mendengar; tetapi yang merupakan pemisah antara kamu dan Allahmu ialah segala kejahatanmu, dan yang membuat Dia menyembunyikan diri terhadap kamu, sehingga Ia tidak mendengar, ialah segala dosamu.” Yes 59:1-2
Akuilah dosa yang ada, bertobat dan datang pada Yesus. Tuhan yang kita sembah adalah Tuhan yang setia. Dia akan menghapuskan setiap dosa kita akui di hadapannya.
Jangan lakukan lagi dosa yang pernah diperbuat. Minta kekuatan bagi Tuhan supaya dapat hidup benar di hadapanNya.

2. Saling Mendoakan
“Dan saling mendoakan, supaya kamu sembuh.” Yak 5:16b*courtesy of PelitaHidup.comAda kalanya bahwa ketika kita sendiri sedang dalam kondisi tidak sehat, tetapi Tuhan meminta kita untuk mendoakan orang sakit. Atau bahkan ketika kita sendiri sedang ada masalah, tetapi ada orang lain yang meminta untuk didoakan atas segala masalah yang mereka hadapi.
Ketika kita taat mengikuti perintah Tuhan, kita akan melihat pekerjaan Tuhan yang luar biasa. Kita akan melihat bahwa Tuhan sendiri yang akan membereskan masalah-masalah yang kita hadapi, ketika kita taat mengikuti perintahNya.
Doakanlah orang-orang yang membutuhkan dukungan doa, maka Tuhan akan memberikan apa yang kita ingini.

3. Yakin
“Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.” Yak 5:16c
Keraguan dan kebimbangan identik dengan ketidakpercayaan. Kisah Petrus yang berjalan di atas air mencerminkan hal ini. Petrus tidak seratus persen percaya bahwa dia bisa berjalan di atas air, walaupun sempat sesaat berjalan di atas air.
Keraguan muncul dalam dirinya ketika dia melihat keadaan sebenarnya yang dia hadapi. Di saat keraguan itu muncul, di saat itulah dia mulai tenggelam.
“Hendaklah ia memintanya dalam iman, dan sama sekali jangan bimbang, sebab orang yang bimbang sama dengan gelombang laut, yang diombang-ambingkan kian ke mari oleh angin.” Yak 1:6
Yakinlah dengan apa yang didoakan, percaya sepenuhnya bahwa doa yang dinaikkan akan membawa pengaruh kepada kehidupan kita. Jangan bimbang dan jangan ragu.
“Jawab Yesus: “Katamu: jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang yang percaya!” ” Mar 9:23
.

Tuesday, August 18, 2009

Waktunya Tuhan telah ditetapkan.


Pada Sabat 15 Agustus 2009 Judul Khotbah yang dibawakan oleh Pdt. JSM Sagala adalah "WAKTUNYA TUHAN telah ditetapkan "




Seperti biasa didalam pembukaan Firman Tuhan yang dibagikan oleh Pdt. JSM Sagala untuk memulai khotbah yang akan disampaikan yaitu ada 3 hal :



1. Markus 10:27b Sebab segala sesuatu mungkin bagi Allah.
Cara kerja Allah untuk membuat semua mungkin bagi kita adalah:
Matius 9:29 Jadilah padamu setuju dengan imanmu!

2. Saat kita mengalami keadaan yang tidak dapat dimengerti, jangan ijinkan hatimu menjadi pahit, karena ada waktu Tuhan yang telah ditetapkan.
Kita harus waspada menjaga sikap kita, bersiaplah untuk hal-hal yang Tuhan sudah siapkan bagimu.

3. Yesus dengan sengaja menggunakan berbagai keadaan sebagai cermin agar kita dapat mengenali masalah yang ada dalam hidup kita, dan belajar menanganinya. Yesus tidak akan mengubah keadaan kita, sebelum kita merubah diri kita sendiri.

Didalam Kejadian 18:1-15 kita diingingatkan untuk lebih mengandalkan Tuhan karena segala sesuatu yang terjadi di dalam kehidupan kita tidak ada yang diluar kendali Tuhan, coba kita renungkan pada beberapa hal dibawah ini yang selalu kita alami apakah Tuhan yang lebih besar atau masalah dan pergumulan kita yang lebih besar seperti :
1. Adakah dalam kehidupan saat ini, memiliki permasalahan yang terlalu sulit untuk Tuhan selesaikan?
2. Atau penyakit yang terlalu sulit untuk Tuhan sembuhkan?
3. Atau permasalahan rumah tangga yang terlalu sulit untuk Tuhan selesaikan?
4. Atau persoalan pekerjaan yang terlalu sulit untuk Tuhan selesaikan?
5. Atau hidup kita telah terlalu pahit, dan sulit untuk Tuhan ubah?

Seperti Sara , dimana dia tertawa karena ia tidak percaya akan firman Tuhan. Namun kita harus percaya akan firman Tuhan, dengan penuh, bahwa tidak ada sesuatu apapun yang mustahil bagi Tuhan. Selain itu didalam Mazmur 119:113 Tuhan membenci orang yang mendua hati. dan juga pada Yakobus 1:8 Orang yang mendua hati tidak akan tenang sepanjang hidupnya.

Kita seringkali setia meminta kepada Tuhan, namun tidak setia dalam menanti janjiNya.


Sebelum mengakhiri Firman Tuhan yang disampaikan, Pdt JSM Sagala mengingatkan kepada kepada kita bahwa :



1. Kekuatan iman kita melepaskan kita dari kesulitan dan kekecewaan dalam hidup kita.
Kehidupan kita selalu bergerak mengikuti pikiran yang mendominasi kita.
Kita belum hidup sesungguhnya hari ini, bila kita belum melakukan sesuatu kepada orang lain, yang orang lain tidak akan mampu membayarkannya kepada kita.

2. Buatlah suatu keputusan sebagai bukti iman, bahwa sisa hidup kita adalah untuk memberi.
Allah telah memilih kita menjadi anak-anakNya, dan memberkati kita agar kita boleh menjadi sumber berkat.

Ingatlah, bahwa masa depan kita akan menjadi jauh lebih cerah, karena kita percaya kepadaNya.
Tidak ada yang mustahil bagi Allah dan Tuhan sudah menetapkan waktunya bagi kita.




TUHAN MEMBERKATI

Friday, August 14, 2009

Tetaplah Berlatih, Tetaplah Berlari


Ibrani 12:1-2
"Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Marilah kita melakukannya dengan mata yang tertuju kepada Yesus, yang memimpin kita dalam iman, dan yang membawa iman kita itu kepada kesempurnaan, yang dengan mengabaikan kehinaan tekun memikul salib ganti sukacita yang disediakan bagi Dia, yang sekarang duduk di sebelah kanan takhta Allah."


Kita tidak dapat memimpin siapa pun lebih jauh dibanding yang telah kita lalui sendiri. Terlalu sering kita khawatir tentang hasilnya sehingga kita mencoba jalan pintas atas protes tersebut. Tidak ada jalan pintas jika integritas terlibat. Akhirnya kebenaran akan selalu tersingkap.
Suatu waktu, ada seorang konsultan yang sedang mengikuti wawancara tentang quality control. Konsultan ini begitu percaya diri dalam menjawab pertanyaan yang diberikan oleh pewawancara. Pada satu pertanyaan terakhir yang diberikan pewawancara kepadanya ia ditanyakan mengenai pengalamannya di dalam bidang quality control. Berikut jawaban yang diberikan oleh konsultan, "Dalam quality control, kita tidak peduli tentang produknya. Kita peduli tentang prosesnya. Jika prosesnya benar, produknya dijamin." Hal yang sama berlaku di dalam integritas; integritas menjamin kepercayaan.


Pada bidang olahraga dikenal prinsip "Bermainlah seperti kamu berlatih". Prinsip ini sangat penting untuk diketahui dan juga dijalankan oleh para pemimpin. Mengapa? Karena ini berbicara tentang dirinya (si pemimpin) dan kepercayaan yang akan ia terima dari orang lain.
Saat Anda ingin mempertahankan kepercayaan dari orang lain dengan disertai integritas maka kepercayaan itu akan tetap Anda terima. Tetapi, bila Anda mempertahankan hal itu tanpa integritas maka dengan cepat kepercayaan itu akan hilang.


Hasil luar biasa selalu datang dari persiapan yang luar biasa juga!!

Thursday, August 13, 2009

LEZATNYA MAKANAN PADANG ????

Sungguh menggiurkan bilamana melihat sajian sayur singkong hijau dengan paduan kuah kari dan sambal hijau dalam seporsi nasi Padang saat rehat makan siang. Selain sedap, kata mama, sayur juga mengandung vitamin dan mineral yang melimpah. Keduanya sangat dibutuhkan guna memperlancar metabolisme tubuh kita, imbuh guru Biologi kita dahulu, jika kita masih ingat.
Semuanya memang tidak salah. Akan tetapi, bila sayur yang katanya sarat zat-zat yang esensial bagi tubuh itu terkontaminasi dengan bahan-bahan kimia yang berbahaya, apa yang terjadi? Bukan sehat yang didapat, malah sebaliknya, penyakit menyerang, atau mungkin pada gilirannya nanti,l kematian menjemput. Tentu kita semua tidak mau, kan ? Maka dari itu kita semua harus mulai berhati-hati.

Bleng atau Borax
Setelah ditemukannya daging ayam dan sapi yang mengandung Borax beberapa waktu lalu, ternyata, menurut penelusuran tim Benang Merah, Global TV, sayuran hijau, kini juga telah turut dijamah bahan kimia berbahaya ini. Guna menyamarkan identitas aslinya, Borax dilepas ke pasaran dengan label bleng (baca dengan lafal e sama dengan yang ada pada kata ‘redup’ atau ‘empuk’).
Bleng
alias Borax ini umumnya digunakan untuk mempercepat empuknya sayur mayur yang dimasak sekaligus memberikan aroma sedap, serta mempertahankan warna hijau dari sayur lebih lama. Konsumer utama Borax ini, berdasarkan penulusuran dan wawancara yang dilakukan oleh tim Benang Merah, ialah para pengelola rumah makan Padang .
“Tidak ada rumah makan Padang yang tidak menggunakan bleng,” aku salah seorang pemilik rumah makan Padang yang disamarkan identitasnya. Daun singkong dalam menu masakan Padang sifatnya wajib ada.. Namun, setelah dimasak, rupanya daun singkong ini cepat berubah warna menjadi kehitaman. Sebab itu, bleng menjadi solusi ampuh mengatasi masalah sayur singkong yang cepat menghitam ini. Menurut mereka, saat memakai bleng, daun singkong lebih cepat masak, juga tahan lebih lama.
Masalahnya, mereka, para pedagang dan pemilik rumah makan ini, tidak tahu menahu bahwa bleng adalah nama lain Borax. Mereka menganggap, dengan nama yang tidak identik, maka kandungannya pun jauh berbeda. Padahal, bleng merupakan cap yang tak lain hanya nama lain dari Borax. Di samping itu, sosialisasi yang dilakukan Badan POM masih amat minim. Akibatnya bleng a.k.a Borax ini masih bisa beredar bebas di pasaran tanpa ada inspeksi maupun penanganan lebih lanjut.
Bahayanya?

Bleng
atau Borax, merujuk pada pernyataan Ilyani S. Andang, seorang peneliti YLKI, sudah tidak diperkenankan, bahkan dilarang, digunakan sebagai bahan tambahan makanan. Zat ini diduga mempunyai sifat racun.
“Efek Borax memang tidak tampak secara instan, melainkan akumulatif. Pada fase awal, Borax dapat menimbulkan gangguan pencernaan, pusing, atau mual. Namun, bila sudah mencapai tahapan akut, Borax dapat memicu kanker, juga bahkan kematian,” tuturnya saat diwawancarai tim Benang Merah.
Wikipedia pun melansir data yang serupa. Disebutkan, kendati Borax bukan benar-benar racun, bukan berarti penggunaannya, juga termasuk di dalamnya, konsumsi, aman. Dalam terpaan sederhana, Borax mampu menimbulkan iritasi kulit dan pernafasan. Konsumsi Borax juga mampu memicu rasa mual, muntah-muntah, sakit perut akut, dan diarrhea (mencret). Pada konsumsi lanjut, seseorang bisa terkena respiratory depression (chan-gangguan pernapasan berat), erythematous, juga gagal ginjal.
Karena itulah, masyarakat perlu berhati-hati. Apalagi mendeteksi keberadaan Borax di sayur agak susah. Selain itu, masyarakat umum masih berpikir, sayur yang masih hijau setelah dimasak ialah sayur yang kandungan vitamin dan mineralnya masih banyak, tidak hilang bersama air rebusan atau sebagainya. Tetapi, pada kenyataannya tidak selalu begitu. Maka dari itu, mulai sekarang kita harus mulai waspada!
Tak hanya masakan Padang

Temuan penggunaan Borax pada pengolahan sayur ternyata tidak hanya ada di rumah makan Padang . Penjual sayur pecel keliling, juga mengaku menggunakan bleng alias Borax ini sebagai bahan tambahan saat memasak.
“Saya pakai bleng saat merebus kecambah, kacang panjang, kangkung, bayam, juga sayur lain yang menjadi bahan dasar pecel.” Begitu ungkap salah seorang wanita penjual pecel keliling di Jakarta .
Alasannya memakai bleng serupa dengan yang diutarakan pemilik rumah makan Padang di atas. Akunya, sayur yang direbus lebih cepat matang dan tahan lebih lama dibanding tanpa menggunakan bleng. Yang lebih menariknya menggunakan bleng adalah karena harganya murah dan tersedia banyak di pasaran.
Selamatkan kami yang tidak tahu!

Melihat kenyataan tersebut, kita patut bersedih. Pasalnya, kita tahu semua, Indonesia memiliki Badan Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) yang bertugas mengawasi obat-obatan serta makanan yang beredar luas di Indonesia . Akan tetapi, sepertinya, untuk kasus di atas, peranan badan ini tak begitu kentara.
Badan POM kelihatannya tidak akan bertindak sampai kasus ini diangkat media dan menjadi bahan pembicaraan khalayak ramai. Baru, jika sampai tahap ini, Badan POM mulai beraksi. Seharusnya, sebagai badan yang diberi kewenangan untuk menjaga serta mengawasi obat dan makanan di Indonesia , Badan POM lebih proaktif. Bukan hanya menunggu sampai ada yang meninggal, lalu masuk berita televisi, baru mereka mau bergerak. Inspeksi plus sosialisasi harus lebih gencar dilakukan Badan ini, supaya tak ada lagi bahan kimia berbahaya yang beredar dan menghantui masyarakat Indonesia dengan rasa was-was pada setiap makanan yang mereka makan sehari-hari.
Bila memang Badan POM masih belum bisa proaktif, media, sebagai pihak yang punya kuasa mengatur agenda publik, hendaknya terus memuat reportase-reportase maupun kasus berkenaan dengan penggunaan Borax dalam makanan. Selain agar masyarakat tahu dan awas, Badan POM juga diharapkan tersentil menyaksikan berbagai berita yang ditayangkan media.. Ini semua demi menyelamatkan konsumen, yang tak lain ialah seluruh bangsa Indonesia sendiri.
Di samping dua hal tersebut, secara lebih ilmiah, Ilyani menyatakan, Borax dapat diganti dengan STPP, karena selain aman, STPP juga berizin sebagai bahan tambahan makanan di Indonesia.
Sumber : http://langitdipucu kdaun.wordpress. com/2009/ 07/15/waspadai- sayuran-hijau/
Benang merah edisi July 2009

SEPASANG TELINGA UNTUK MENDENGAR


Yesaya 42:20

Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar."Apa fungsi telinga?


Tentulah untuk mendengar. Begitu pentingnya telinga, sehingga Tuhan menciptakan bukan hanya satu, tapi dua dan diletakkan di sebelah kiri dan kanan. Sudah begitu lengkapnya Tuhan menciptakan kita, tapi seringkali kita tidak memanfaatkan kedua belah telinga yang telah disediakan Tuhan bagi kita untuk bisa mendengar.

Bagai masuk kiri keluar kanan, seolah-olah dari telinga kiri ke kanan hanyalah berisi sebuah terowongan kosong bebas hambatan. Baru-baru ini saya menegur siswa-siswa saya karena mereka tidak mendengar baik-baik kapan batas waktu pengumpulan tugas. Enam orang, enam pasang telinga, dua belas buah, namun tidak satupun mendengar dengan baik apa yang saya katakan.

Ada begitu banyak pengajaran dari orang tua, saudara, teman-teman yang sangat baik untuk dijadikan bekal hidup, namun hanya sedikit yang mau mendengar, semakin sedikit pula yang dipraktekkan. Akibatnya ada banyak orang yang akhirnya menyesal dalam hidup karena tidak mendengar petuah orang tua atau orang-orang lain yang bijaksana. Sering mendengar kotbah, namun besoknya sudah lupa. Itupun menjadi kebiasaan banyak orang.


Lihatlah bagaimana Tuhan menegur bangsa Israel yang dikatakan buta dan tuli. "Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar." (Yesaya 42:20). Ternyata sudah dari dulu telinga yang diberikan Tuhan tidak difungsikan dengan benar. Kalau mundur lebih jauh, sejak Adam dan Hawa pun masalah ini sudah terjadi. Tidak heran jika Yesus berulang kali menyatakan "barang siapa bertelinga, hendaklah ia mendengar" dalam berbagai kesempatan. Selama saya aktif menulis renungan, saya menyadari betapa Tuhan terus menerus berbicara pada kita memberitahukan banyak hal. Menjaga, mengingatkan bahkan menegur kita. Namun terkadang kita terlalu sibuk dalam hal-hal lain untuk mau mendengar perkataanNya. Yang rugi tentu kita sendiri. Jika dibiarkan berlarut-larut, akan tiba masanya dimana kita tidak lagi punya kesempatan untuk mendengar dan memperbaiki diri. Akibatnya kita pun bisa menderita kematian kedua. Inilah yang diingatkan kepada jemaat di Smirna dalam kitab Wahyu. "Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, ia tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua." (Wahyu 2:11). Telinga boleh sama-sama ada, namun hanya sedikit yang mau mendengar dengan sungguh-sungguh dan lebih sedikit lagi yang mau melakukan. Dalam Amsal dikatakan "baiklah orang bijak mendengar dan menambah ilmu dan baiklah orang yang berpengertian memperoleh bahan pertimbangan" (Amsal 1:5). Adalah bijak jika kita mau mendengar, belajar dari pengalaman dan petuah orang-orang yang lebih bijaksana dari kita sehingga kita bisa menambah ilmu dan mendapatkan berbagai masukan yang berguna sebagai bekal pertimbangan dalam menghadapi hidup. Disamping itu, ada Roh Kudus yang terus membimbing, menegur atau menasehati kita dalam melangkah. Semua itu penting agar kita bisa hidup sesuai dengan jalan yang telah ditetapkan Tuhan. Haruskah kita mengabaikan semua itu dan akhirnya menyesal di kemudian hari? Jangan sampai teguran keras


Tuhan "Dengarkanlah, hai orang-orang tuli pandanglah dan lihatlah, hai orang-orang buta!" (Yesaya 42:18) bagi orang Israel Dia katakan juga kepada kita. Sekali lagi, kita sendirilah yang akan menderita kerugian jika kita mengabaikan untuk mendengar.


Hari ini, marilah kita mulai melembutkan hati untuk mendengar sebelum terlambat. "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu!" (Ibrani 4:7b). Tuhan sudah menyediakan sepasang telinga yang berfungsi baik, jangan sia-siakan pemberian Tuhan ini. Cepatlah mendengar (Yakobus 1:19) agar kita terhindar dari berbagai jerat yang bisa mendatangkan penyesalan di kemudian hari.


Don't be ignorance, listen carefully to every word He says

Wednesday, August 12, 2009

HIDUP SETIAP HARI



Amsal 15:15 “ Hari orang berkesusahan buruk semuanya, tetapi orang yang gembira hatinya selalu berpesta”.

Ketika Tamer Lee Owen merayakan Ulang Tahunnya yang ke-104, ia berterimakasih atas tawa, Tuhan, dan hal-hal kecil yang membuatnya bertahan hidup. Wanita itu masih dapat menemukan sukacita setiap hari dengan mengobrol, berjalan-jalan, dan membaca Alkitab seperti yang telah dilakukannya sejak kecil. “ Saya tidak tahu berapa lama lagi Dia mengizinkan saya tinggal disini.” Katanya. “ Saya hanya bersyukur kepada Tuhan atas semua yang diberikan-Nya kepada saya.”
Kebanyakkan orang tidak mecapai umur sampai 104 tahun, tetapi kita dapat belajar dari Tamer Lee bagaimana cara menikmati setiap hari yang diberikan Tuhan kepada kita.

Tawa – “ Hati yang gembira membuat muka berseri-seri, tetapi kepedihan hati mematahkan semangat” (Amsal 15:13). Kebahagian sejati dimulai jauh di lubuk hati kita dan terpancar di wajah kita.
Tuhan- “ Takut akan Tuhan adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.” (ay.33). Jika Allah menjadi focus utama kita, Dia dapat mengajarkan jalan-Nya kepada kita melalui setiap pengalaman hidup.
Hal-hal Kecil- “ Lebih baik sepiring sayur dengan Kasih daripada lembu tambun dengan kebencian” (ay 17) memelihara hubungan yang penuh kasih dan menikmati hal-hal mendasar dalam hidup jauh lebih penting daripada kekayaan dan kesuksesan.
Tidak semua orang yang akan hidup dengan usia lanjut, tetapi kita dapat menjalani hidup dengan baik setiap hari- melalui Tuhan, tawa, dan hal-hal kecil.


Dunia ini penuh dengan kebaikan-
Hal-hal kecil yang mendatangkan kesenangan-
Namun Kristus memenuhi hidup kita dengan sukacita
Yang melampaui segala harta Dunia
-Sper


Disandur “ Renungan harian”

Monday, August 10, 2009

Jika Tidak Hancur


Kejadian 32:24-25
"Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu."


Karakter dan kepemimpinan adalah dua hal yang tidak dapat dipisahkan apabila seseorang ingin menjadi pemimpin. Kepemimpinan bukan hanya berbicara hal-hal di luar diri Anda, tetapi juga hal-hal yang ada di dalam diri Anda.


Yakub adalah tokoh nyata di dalam Alkitab yang diajar Tuhan dalam soal karakter. Dari semula Yakub mempunyai pengaruh yang besar. Tidak peduli apa yang dilakukannya atau ke mana ia pergi, ia menggugah segala sesuatu.


Ia adalah orang yang kaya, kuat, berpengaruh, dan diberkati dengan keluarga besar sehingga mengira bahwa dirinya mempunyai segala sesuatu. Tetapi, seorang pemimpin yang mencari jalan dan keuntungannya sendiri tidak dapat menjadi sebuah alat yang efektif dalam tangan Allah. Allah harus menghancurkan Yakub untuk membuatnya berguna.


Dalam proses penghancuran, Yakub yang arti namanya adalah "si penipu" diubah Allah menjadi Israel yang berarti "pahlawan Allah". Dia ingin Yakub memusatkan pelayanan-Nya kepada Allah bukan diri sendiri.


Para pemimpin alami sering perlu dihancurkan. Anggaplah kemampuan alami Anda untuk memimpin sebagai karunia dari Allah, tetapi karakter Anda adalah suatu pemberian kepada Allah. Ingatlah: Setiap kali Anda ditekan kesukaran, Anda sedang dipersiapkan, seperti Yakub, untuk melayani Allah dan memimpin orang lain dengan lebih baik lagi.


Ujian kepemimpinan yang sejati adalah ketika karakter Anda dibentuk dan diubahkan Tuhan. Tidak ada yang lain !

Thursday, August 6, 2009

Nikmatilah Kemenangan

I Korintus 15:7
"Tetapi syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus,Tuhan kita"

Pemenang! Lebih dari penakluk! Itulah yang disebutkan tentang jati diri kita. Saya tahu Anda telah sering mendengar itu sebelumnya, tetapi hari ini saya ingin Anda membiarkan kenyataan itu benar-benar tertanam dalam diri Anda. Saya ingin Anda meluangkan waktu merenungkan tentang arti sesungguhnya dari ungkapan itu.
Kamus menerangkan bahwa kemenangan (victory) berarti "keunggulan akhir dan lengkap dalam pertempuran atau perang, keberhasilan dalam pertandingan atau perjuangan dengan melibatkan kekalahan dari seorang lawan atau mengatasi tindakan rintangan.'
Menaklukkan berarti "menguasai dalam persaingan atau perjuangan, menangani, menindas, menang atas, mengatasi, mendapat keunggulan, menumpas, mengalahkan."
Setelah memahami sungguh-sungguh definisi itu dalam pikiran Anda, Anda akan sadar bahwa dalam Yesus, Anda telah memperoleh lebih dari sekedar karcis untuk masuk ke surga. Anda telah mendapatkan hal terbaik dari dunia tempat tinggal Anda tinggal sekarang. Melalui Dia, Anda telah mengatasinya, menekannya, dan menang atasnya.
Tidaklah mengherankan jika 1 Korintus 15:57 berseru, "Syukur kepada Allah, yang telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita!"
Mengapa Anda tidak berseru juga? Serukan syukur kepada Tuhan hari ini karena telah menjadikan Anda seorang pemenang. Pujilah Dia bahwa Anda bergabung dengan Tokoh yang telah menaklukkan dunia, daging, dan iblis. Sorakkan Haleluya dan nikmatilah kemenangan!

Kemenangan adalah milik Anda dan itu Tuhan sudah anugerahkan untuk Anda !!

Wednesday, August 5, 2009

Ulang Tahun Timoty Tjahjadi dan Timoty Tambingon


Sabat 1 Agustus 2009 Gereja Mt. Carmel mendapatkan sukacita dimana 2 keluarga yang berbahagia yaitu Kel. Frankie Tambingon dan Kel. Benny Tjahjadi masing2x dari anak mereka TUhan telah pertambahkan satu tahun lagi usianya dimana Timoty Tambingon berusia 12 tahun dan Timoty Tjahjadi berusia 2 tahun.


Diakhir acara perbaktian kedua keluarga tersebut bersama dengan kedua anak mereka yang berulang tahun membagikan berkat sukacita mereka dengan meniup kue ulang tahun dan seluruh jemaat menyanyikan lagu Panjang Umurnya dan Pdt JSM Sagala berdoa secara khusus untuk yang berulang tahun dan juga keluarga.


Kami segenap Jemaat dan Majelis Mt. Carmel Mengucapkan Selamat Ulang Tahun kepada Timoty Tambingon dan Timoty Tjahjadi, Tuhan Yesus Memberkati.


Amin

Harapan Memberikan Kekekalan


" Karena masa depan sungguh ada, dan harapanmu tidak akan hilang"

Salah satu pemberian terbesar yang dapat diberikan para pemimpin kepada orang-orang di sekitar mereka adalah harapan. Jangan pernah meremehkan kekuatannya. Winston Churchill pernah ditanya seorang reporter tentang senjata terbesar negaranya melawan rezim Nazi Hitler. Tanpa berhenti sejenak pun ia menjawab: "Senjata Inggris terbesar dari dahulu adalah harapan."

Orang akan terus bekerja, berjuang, dan berusaha jika mereka mempunyai harapan. Harapan mengangkat moral orang. Harapan memperbaiki citra diri mereka. Harapan memberikan kekuatan lagi pada mereka. Harapan membangkitkan keinginan mereka.

Tugas seorang pemimpin adalah menjaga harapan tetap tinggi, menanamkannya dalam diri orang-orang yang dipimpinnya. Para pengikut Anda akan mempunyai harapan hanya Anda memberikannya kepada mereka. Dan Anda akan mempunyai harapan untuk diberikan jika Anda menjaga sikap yang benar.

Menjaga harapan berasal dari melihat potensi dalam setiap keadaan dan tetap berpikir positif walaupun keadaan tidak demikian. Sebagai anak-anak Tuhan, bersyukurlah Anda karena Tuhan memberikan pengharapan dalam hidup Anda dan pengharapan itu membawa Anda kepada kekekalan.

Hidup di dalam Tuhan pasti penuh pengharapan dan hukum itu berlaku selama-lamanya.



Sumber: John C. Maxwell – Leadership: Janji Tuhan Untuk Setiap Hari

Tuesday, August 4, 2009

Mendengar Seperti Samuel


I Samuel 3:10
"Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: "Samuel! Samuel!" Dan Samuel menjawab: "Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.""

Seseorang bertanya kepada Joan the Arc mengapa Allah berbicara hanya kepadanya. Ia menjawab, "Tuan, Anda salah. Allah berbicara kepada semua orang. Saya hanya mendengarkan."

Saat Allah berbicara kepada Samuel, seolah-olah anak laki-laki itu sedang berbaring diam-diam pada tengah malam. Bahkan saat itu, Samuel mulanya tidak mengenali suara Allah tersebut. Ia membutuhkan hikmat pembimbingnya yang berpengalaman. Eli, untuk mengerti siapa yang sedang berkomunikasi dengannya. Tetapi, berdasarkan berapa kali Samuel mendengar suara Allah sebagai orang dewasa, jelas bahwa ia memang belajar mengindentifikasi, mendengarkan, dan mematuhi suara Allah.

Para pemimpin sering menjadi orang-orang yang sibuk juga. Dan mereka dapat dengan mudah terperangkap dalam kegiatan kewajiban-kewajiban mereka. Jika Anda adalah salah satu pemimpin, cobalah untuk menyisihkan saat teduh bagi diri sendiri dan mendengarkan pengarahan Allah. Seperti yang dikatakan Bill Hybels, "Para pemimpin perlu meminta Allah untuk memberikan telinga Samuel kepada mereka."
Untuk mendengar suara Tuhan, Anda hanya perlu berserah diri dan mengarahkan telinga kepadaNyaSumber: John C.Maxwell – Leadership: Janji Tuhan Untuk Setiap Hari

Apakah Anda diberkati oleh artikel di atas? Anda ingin mengalaminya? Ikuti doa di bawah ini :
Tuhan Yesus, aku menyadari bahwa aku seorang berdosa yang tidak bisa menyelamatkan diriku sendiri. Aku membutuhkan Engkau. Aku mengakui bahwa aku telah berdosa terhadap Engkau. Saat ini aku minta agar darah-Mu menghapuskan segala kesalahanku. Hari ini aku mengundang Engkau, Tuhan Yesus, mari masuk ke dalam hatiku. Aku menerima Engkau sebagai Tuhan dan Juru Selamat satu-satunya dalam hidupku. Aku percaya bahwa Engkau Yesus adalah Tuhan yang telah mati dan bangkit untuk menyelamatkan dan memulihkanku. Terima kasih Tuhan, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus aku berdoa. Amin!

Monday, August 3, 2009

Ketakutan Bukanlah Sebuah Pilihan



Kolose 3:15
"Hendaklah damai sejahtera Kristus memerintah dalam hatimu, karena untuk itulah kamu telah dipanggil menjadi satu tubuh. Dan bersyukurlah."

Dalam kehidupan kita di dunia ini pasti pernah merasakan yang namanya ketakutan. Ketakutan tidak mempunyai pasangan hidup, ketakutan dalam hal keuangan, ketakutan akan kegelapan, ketakutan tidak bisa menjadi orang tua yang baik, dan ketakutan-ketakutan hidup lainnya. Pernahkah kita secara sungguh-sungguh mencari jawaban, ‘mengapa saya menjadi takut?'
Paulus adalah salah seorang rasul yang dikenang sampai sekarang ini sebagai rasul yang menulis banyak kitab di dalam perjanjian baru. Dalam satu tulisannya kepada jemaat Kolose, ia mengingatkan jemaat di kota tersebut untuk memelihara damai sejahtera Kristus yang tinggal di dalam hidup mereka.
Paulus sadar bahwa bila damai sejahtera itu hilang maka iman jemaat Kolose akan gampang digoyahkan oleh Iblis. Mereka akan mudah menjadi takut. Begitupun sebenarnya dengan hidup orang-orang Kristen saat ini.
Orang-orang Kristen yang hidup di bumi ini sebenarnya tidak perlu takut akan hal apapun apabila damai sejahtera itu tinggal dalam hidup mereka. Damai sejahtera berbicara mengenai Tuhan tinggal dan berbicara dalam hidup kita. Namun, mengapa kita masih takut? Jawabannya adalah karena kita membiarkan Iblis berbicara dalam hidup kita.
Iblis itu licik dan tahu kelemahan manusia. Ia menggunakan hal-hal nyata untuk menakut-nakuti manusia hingga kehilangan damai sejahtera. Ketika kehilangan damai sejahtera, ketakutan itulah yang tinggal dan menyelimuti hidup manusia.
Oleh karena itu, mulailah Anda menutup telinga atas bisikan-bisikan si jahat dan mulai mendengar suara Tuhan yang memberi kekuatan untuk menjalani hari-hari ke depan di bumi ini.
Ketakutan adalah ciri orang yang menomorduakan suara Tuhan, dan lebih mendengarkan suara si jahat

Sunday, August 2, 2009

"BE CHANGE"

Syalom,

Sabat , 1 Agustus 2009 khotbah yang dibawakan oleh Pdt. JSM Sagala mengajak kepada kita semua untuk bisa belajar berubah dari segala kebiasaan kita yang tidak baik untuk menjadi lebih baik, perubahan itu melalui perbuatan kita, pikiran kita maupun segala sesuatu yang membuat kita menjadi seseorang yang yang lebih baik dari yang dahulu.
Untuk lebih mengetahui secara rinci , mari kita sama sama belajar melalui pembahasan di bawah ini . GOD Bless Us

Ayat Inti: Mazmur 81:7-17

Pendahuluan:
1. Terkadang Allah melakukan mujizat yang besar dengan mengubah kita untuk dapat menerima keadaan kita.
Allah hanya mau mengubah kita, bila kita mau menerima keadaan kita.
2. Allah tidak menolong kita bila kita yakin dapat mengurus persoalan kita sendiri.
Allah hanya turun tangan bila kita angkat tangan.
3. Apabila kita merasa terdesak dalam kehidupan kita sekarang ini, kita harus meminta campur tangan Tuhan untuk mengeluarkan kita dari permasalahan kita.

Gereja Mt Carmel mempunyai 3 arti yaitu :
Mount Carmel Church atau biasa di singkat menjadi MCC yang berarti :
1. Man of God
2. Candle of the Light
3. Christ Center
Didalam Roma 12:2,Perubahan hanya terjadi bila kita sadar bahwa kita berada di dunia (yang gelap), sehingga kita harus menjadi terang.
Kita berada di dunia namun tidak boleh sama dengan dunia.Adakan perubahan dalam mental, sikap, dan pola pikir.
Ada juga beberapa ayat yang menguatkan yaitu di dalam 2 Petrus 3:9 dan Roma 4:21
Allah tidak lalai, Allah berkuasa menepati janjiNya.
Semua perubahan kita harus dilakukan karena kita semakin dekat dengan Tuhan.

Ibrani 12:1 mengatakan dimana Untuk berubah kita harus meninggalkan segala beban yang merintangi kita, baik beban yang nyata maupun beban dosa kita.
Buang segala dosa kesayangan kita, karena dalam nama Yesus ada pengampunan.
Dosa yang banyak disukai:
1. Akar pahit, sakit hati.
2. Ketidakpercayaan.
Mari kita percaya kepada Tuhan sepenuhnya, dan saling percaya satu sama lain.
3. Beban pikiran.
- Kecemasan
- Ketakutan
- Keraguan
Segala beban pikiran kita akan mempengaruhi keadaan fisik kita.

Ayat terakhir yang diambil oleh Pdt JSM Sagala di dalam Kisah Para Rasul 9:3-11, dimana didalam ayat ini , Kiranya kita akan mampu menjadi utusan Tuhan, mengabarkan injil keselamatan dan membawa banyak jiwa untuk dimenangkan dalam Tuhan.

Diakhir khotbah Pdt. JSM Sagala mengingatkan kepada kita , apabila kita menginginkan perubahan terjadi di dalam diri kita ada 3 hal yang harus kita lakukan yaitu:
1. Kita bertemu dengan Tuhan, dan pertemuan dengan Tuhan akan membawa sukacita.
2. Kita harus menerima diri kita sebagaimana adanya.
3. Kita harus percaya dengan Tuhan, dan berjalan denganNya.
Saatnya kita mencari Tuhan, dan berubah, mari kita perbaharui pola pikir, dan meningkatkan iman kita. Saatnya kita keluar dari yang gelap dan mencari terang Tuhan. Percayalah bahwa perubahan akan menjadikan kita lebih baik.
Tuhan memberkati.