Friday, July 31, 2009

Selanjutnya Apa?

Kisah 16:10
"Setelah Paulus melihat penglihatan itu, segeralah kami mencari kesempatan untuk berangkat ke Makedonia, karena dari penglihatan itu kami menarik kesimpulan, bahwa Allah telah memanggil kami untuk memberitakan Injil kepada orang-orang di sana."
Bacaan Kitab Setahun : Mazmur 31; 1 Tesalonika 3; Yesaya 15-16
Bagi Paulus kesuksesan merupakan sebuah ‘sasaran bergerak'. Setelah selesai membobol suatu kota dan membentuk komunitas Kristen di sana, Paulus bergerak ke kota lainnya untuk memberitakan Injil dan membangun komunitas Kristen berikutnya.
Sebagian besar staganasi (kemandekan) para pemimpin, terjadi karena mereka tidak menyadari bahwa visi Tuhan bersifat progresif (berkembang). Pada waktu kita mencapai suatu cita-cita yang Tuhan taruh di hati kita, tentu kita sangat bersukacita. Success means right man in the right place at the right time (Keberhasilan ialah orang yang tepat, berada di tempat yang tepat, pada waktu yang tepat). Namun yang sering terjadi ialah: kita berada di tempat itu terlalu lama, sehingga tempat itu tidak lagi menjadi ‘the right place' bagi kita.
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru mengajarkan dengan jelas bahwa ‘God is Moving and Christianity is a movement' (Tuhan itu bergerak dan Kekristenan merupakan sebuah pergerakan). Waktu kita gagal menangkap pergerakannya Tuhan yang sulit diprediksi, maka kita akan menjadi orang-orang Kristen yang "basi". Menjadi orang Kristen yang basi artinya orang tersebut hanya bingung dengan apa yang terjadi atau menjadi penonton kegerakan. Perlu diingat, yang mendapat hadiah dalam sebuah pertandingan bukanlah penonton, melainkan pemain.
Nicholas Murry Butler (Dekan Colombia University) pernah mengatakan bahwa ada 3 macam orang/pemimpin: pertama, Orang yang tidak tahu apa yang sedang terjadi ; kedua, Orang yang takjub dan terpukau dengan apa yang sedang terjadi; ketiga/terakhir, Orang yang membuat sesuatu terjadi.
Setelah selesai dalam misi yang Tuhan berikan, jangan merasa puas diri. Ajukan pertanyaan kepada-Nya: "Selanjutnya apa Tuhan?" Tangkap isi hati-Nya, lalu jadilah orang terdepan dalam kegerakan Tuhan atas generasi ini.
Tuhan tidak pernah berhenti berkarya lewat hidup Anda. Teruslah menjadi alat kemuliaan nama-Nya di bumi ini !

Thursday, July 30, 2009

Wah, Tinggi Anak Indonesia di Bawah Normal

Anak-anak Indonesia khususnya yang berusia sekolah dasar (6-12 tahun) ternyata memiliki rata-rata tinggi di bawah normal atau pendek dalam lima tahun terakhir. Hal ini disebabkan karena kurangnya asupan gizi yang penting bagi mereka.

Salah seorang ahli gizi di Indonesia, dr. Fiastuti Witjacksono, MS Sp GK, mengatakan bahwa masalah umum yang dialami masyarakat berkaitan dengan kesehatan anak adalah mereka biasanya kekurangan, kelebihan, dan salah gizi. Demikian pendapat Fiastuti yang dikutip kompas.com, Selasa 28 Juli 2009.

Fiastuti mengatakan berdasarkan survei Badan Pengawas Obat dan Makanan terhadap 4.500 sekolah di Indonesia, sekitar 45 persen jajanan yang dikonsumsi anak-anak tercemar bahan pangan mikrobiologi dan zat kimia. Oleh karenanya, dianjurkan kepada para orangtua untuk membawakan bekal bagi anak-anaknya ke sekolah dengan makanan yang sehat. Yang menjadi ukuran baik bagi makanan anak adalah makanan tersebut harus mengandung karbohidrat (45-65 persen), protein (10-25 persen), lemak (25-40 persen), serta vitamin dan mineral.

"Untuk anak yang masih di bangku SD seharusnya membawa bekal yang sehat ke sekolah. Selain membuat anak lebih kuat terhadap penyakit, juga menambah gizinya yang juga berpengaruh terhadap tinggi tubuh," kata Fiastuti.

Sebagai informasi, Untuk melihat tinggi badan anak yang ideal, orangtua bisa menggunakan rumus berikut: N = 10 + 2(N-1). Dimana "N" adalah umur si anak, angka 10 merumuskan jumlah berat badan anak normal pada 1 tahun pertama. Sedangkan angka 2 mengindikasikan jumlah berat badan anak yang normal setiap tahunnya.

Waduh repot nih urusannya kalo masalah makanan bergizi menjadi problematika bagi anak-anak Indonesia. Sepertinya perlu ada kerjasama dari berbagai pihak untuk mengatasinya. Mau membantu?


Sumber: Kompas.com

Bobot Sebuah Doa

Matius 21:22 " dan apa saja yang kamu minta dalam Doa dengan penuh kepercayaan,kamu akan menerimanya."


Louise Redden, seorang ibu kumuh dengan baju kumal, masuk ke dalam sebuah supermarket. Dengan sangat terbata-bata dan dengan bahasa yang sopan ia memohon agar diperbolehkan mengutang. Ia memberitahukan bahwa suaminya sedang sakit dan sudah seminggu tidak bekerja. Ia memiliki tujuh anak yang sangat membutuhkan makan. John Longhouse, si pemilik supermarket, mengusir dia keluar. Sambil terus menggambarkan situasi keluarganya, si ibu terus menceritakan tentang keluarganya. " Tolonglah, Pak, saya janji akan segera membayar setelah aku punya uang." John Longhouse tetap tidak mengabulkan permohonan tersebut. "Anda tidak mempunyai kartu kredit, anda tidak mempunyai garansi,"demikian alasannya.

Di dekat counter pembayaran, ada seorang pelanggan lain, yang dari awal mendengarkan percakapan tadi. Dia mendekati keduanya dan berkata: " Saya akan bayar semua yang diperlukan Ibu ini." Karena malu, si pemilik toko akhirnya mengatakan, " Tidak perlu, Pak. Saya sendiri akan memberikannya dengan gratis. Baiklah, apakah ibu membawa daftar belanja?" " Ya, Pak. Ini," katanya sambil menunjukkan sesobek kertas kumal. " Letakkanlah daftar belanja anda di dalam timbangan, dan saya akan memberikan gratis belanjaan anda sesuai dengan berat timbangan tersebut." Dengan sangat ragu-ragu dan setengah putus asa, Louise menundukkan kepala sebentar, menuliskan sesuatu pada kertas kumal tersebut, lalu dengan kepala tetap tertunduk, meletakkannya ke dalam timbangan.

Mata si pemilik toko terbelalak melihat jarum timbangan bergerak cepat ke bawah. Ia menatap Pelanggan yang tadi menawarkan si ibu tadi sambil berucap kecil, "Aku tidak percaya pada yang aku lihat." Si Pelanggan baik hati itu hanya tersenyum. Lalu, si ibu kumal tadi mengambil barang-barang yang diperlukan, dan disaksikan oleh Pelanggan baik hati tadi, si Pemilik toko menaruh belanjaan tersebut pada sisi timbangan yang lain. Jarum timbangan tidak kunjung berimbang, sehingga si ibu terus mengambil barang-barang keperluannya dan si pemilik toko terus menumpuknya pada timbangan, hingga tidak muat lagi. Si Pemilik toko merasa sangat jengkel dan tidak dapat berbuat apa-apa. Karena tidak tahan, Si pemilik toko diam-diam mengambil sobekan kertas daftar belanja si Ibu kumal tadi. Dan ia-pun terbelalak. Di atas kertas kumal itu tertulis sebuah doa pendek: " Tuhan, Engkau tahu apa yang hamba perlukan. Hamba menyerahkan segalanya ke dalam tangan-Mu." Si Pemilik toko terdiam.

Si Ibu, Louise, berterima kasih kepadanya, dan meninggalkan toko dengan belanjaan gratisnya. Si Pelanggan baik hati bahkan memberikan selembar uang 50 dollar kepadanya. Si Pemilik toko kemudian mencek dan menemukan bahwa timbangan yang dipakai tersebut ternyata rusak.

Ternyata memang hanya Tuhan yang tahu bobot sebuah doa.

Kelompok kecil wil.Timur




Kebaktian rabu malam tanggal 29 Juli 2009 di wilayah timur yang seperti biasanya diadakan di rumah keluarga Dr.Ronny Suling, berjalan dengan lancar dan penuh hikmat. Anggota- anggota jemaat yang bermukim diwilayah timur itupun banyak yang hadir, dan juga ada beberapa tamu yang hadir pada malam itu. Kebaktian dimulai dengan lagu-lagu pendahuluan, disusul dengan beberapa kesaksian-kesaksian dari anggota kita.

Kebaktian pada malam itupun masuk ke acara inti dimana malam itu buku panduan yang dipakai “ Propose Driven life” membuat kelompok-kelompok diskusi, dan dibagi menjadi 3 bagian kelompok. Kelompok I dipandu oleh Ibu Juanita Suling, Kelompok II dipandu oleh Bpk Djonwein, dan kelompok III dipandu oleh Bpk.Dex Raranta. Diskusi berjalan sangat alot dari tiap-tiap kelompok terlihat sangat antusias menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sudah diberikan. Sesudah berdiskusi tiap-tiap kelompok mempersentasikan apa yang sudah di dapat hasil dari diskusi tadi.

Sebagai rangkuman dari Diskusi Pelajaran I dari Purpose Driven Life’s bahwa hidup kita harus menyenangkan hati Tuhan, seperti dalam Ibrani 11: 6 “ Tanpa Iman, tidak seorang pun dapat menyenangkan Hati Allah.” Melalui ibadah kita, melalui Kepercayaan atau Iman kita itu dapat menentukan apakah kita sudah menyenangkan hati Tuhan?

Dan dalam berserah diri kepada Tuhan haruslah percaya sepenuhnya kepada Tuhan, karena arti dari berserah diri bukan berarti pasrah secara pasif, fatalism, atau dalih untuk bermalas-malasan tetapi justru sebaliknya berserah diri yaitu mengorbankan kehidupan kita atau menderita demi mengubah apa yang perlu diubah.

Untuk pertemuan berikutnya Rabu depan tgl 12 Agustus kepada kelompok wilayah timur untuk membaca buku Purpose Driven life’s Tujuan 2 “ Anda di bentuk untuk Keluarga Allah” seperti biasanya akan diadakan diskusi kelompok-kelompok.

Bagi mereka yang tinggal di wilayah timur, silahkan bergabung dengan kelompok kecil ini karena setiap Rabu malam tepat jam 7.30 diadakan kebaktian di Rumah Kel. Dr.Ronny Suling Jl. Pulomas Barat XI/8 Jakarta Timur.

Wednesday, July 29, 2009

Bertumbuhlah

I Petrus 2:2
"Dan jadilah sama seperti bayi yang baru lahir, yang selalu ingin akan air susu yang murni dan yang rohani, supaya olehnya kamu bertumbuh dan beroleh keselamatan,"

Pernahkah Anda berada di sebuah ruangan yang penuh dengan bayi-bayi? Orok-orok bertangisan. Mereka merangkak sambil berseru minta mainan tertentu. Bocah-bocah yang baru dapat berjalan memaksa dan merengek menuntut kemauannya dituruti. Itu benar-benar dapat keadaan yang menjadi sukar diurus, bukan?
Bila serombongan bayi berkumpul keadaannya kira-kira sama! Tentunya tidak ada yang salah menjadi seorang bayi rohani. Kita semua mula-mulanya begitu. Ketika mula-mula lahir ke dalam Kerajaan Tuhan, kita hampir sama dengan bayi-bayi biasa yang baru lahir. Kita tidak begitu kuat atau berkembang dengan baik. Kita melakukan kesalahan di sana-sini dalam usaha berkiprah dalam lingkungan kita yang baru. Begitulah caranya kita semua memulainya. Tetapi, Tuhan tidak pernah bermaksud agar kita tetap dalam keadaan itu.
Itulah sebabnya dalam 1 Petrus 2;2, Dia menyatakan bahwa kita harus "merindukan susu murni dari Firman agar kamu dapat bertumbuh..." (King James). Dia ingin agar kita bertumbuh! Dia ingin agar kita makan firman-Nya, dari susu Firman meningkat ked aging Firman sampai kita bertumbuh menjadi putra dan putri dewasa.
Sekarang mulailah santapan firman bagi Anda dan nikmatilah berkatnya bertumbuh dewasa dalam Dia.
Menjadi dewasa rohani adalah sebuah keuntungan karena dengan begitu Anda bisa mengenal lebih dalam siapakah Tuhan yang penuh kasih itu.

Tuesday, July 28, 2009

Dalam tangan Sang Artis


"Tetapi sekarang. Ya TUHAN, Engkaulah Bapa kami! Kamilah tanah liat dan Engkaulah yang membentuk kami, dan kami sekalian adalah buatan tangan-Mu."

Ada sebuah kisah menarik tentang seorang artis dari Inggris bernama William Wolcott yang pergi ke New-York pada tahun 1924 untuk mencatat kesannya terhadap kota besar itu. Suatu pagi ia sedang mengunjungi kantor seorang mantan rekannya saat desakan untuk membuat sketsa muncul dalam dirinya. Ketika melihat sehelai kertas di atas meja kerja sahabatnya, ia bertanya, "Bisakah aku memintanya?"

Sahabatnya menjawab, "Itu bukan kertas sketsa. Itu kertas pembungkus kertas biasa."

Karena tidak ingin kehilangan ilham yang muncul itu, Wolcott mengambil kertas pembungkus tersebut dan berkata, "Tak ada yang biasa-biasa saja jika kita tahu bagaimana menggunakannya." Pada kertas biasa itu Wolcott membuat dua sketsa. Kemudian hari, salah satu sketsa itu dijual dengan harga $500 dan yang lainnya dengan harga $1000., suatu jumlah yang sangat besar pada tahun 1924.

Orang di bawah pengaruh seseorang yang memberi kekuatan seperti sehelai kertas di tangan seorang artis besar. Tidak peduli dari apa kertas tersebut dibuat, kertas itu dapat menjadi harta yang sangat berharga.

Yang menjadikan Hidup Anda bernilai bukanlah apa yang ada pada Anda, melainkan siapa yang menciptakan Anda.

Monday, July 27, 2009

Siapakah Sumber Sukacita Anda?


Nehemia 8:11
"Lalu berkatalah ia kepada mereka: "Pergilah kamu, makanlah sedap-sedapan dan minumlah minuman manis dan kirimlah sebagian kepada mereka yang tidak sedia apa-apa, karena hari ini adalah kudus bagi Tuhan kita! Jangan kamu bersusah hati, sebab sukacita karena TUHAN itulah perlindunganmu!"

Seorang "pemenang sejati" bukan hanya harus memiliki teknik yang baik, melainkan juga stamina yang kuat. Tanpa stamina yang baik, teknik yang baik tidak akan dapat digunakan dengan baik. Dalam Alkitab terjemahan bahasa Inggris, kalimat terakhir ayat ini berbunyi: "....for the joy of the LORD is your strength" (Nehemiah 8:10 - NIV). Jika tidak ada sukacita, maka tidak ada kekuatan. Mengerjakan tugas-tugas, tanggung jawab dan melayani Tuhan tanpa sukacita, akan membuat kita melakukannya dengan ‘setengah hati'.

Kekuatan yang sejati datang dari ‘sukacita yang datang dari Tuhan', bukan karena menang undian, dibelikan komputer baru atau ditraktir makan ‘all you can eat'. Sukacita seperti itu sifatnya ‘temporary' (sementara). Allah kita ingin memberikan kepada kita sukacita yang bisa diaktifkan setiap saat, bahkan pada saat yang paling sulit sekalipun.

Kata ‘Lord' atau "TUHAN' dalam ayat ini berasal dari kata ibrani ‘yhwh'. Kata ini merupakan sebutan bagi Nama Allah Israel yang terdiri dari 4 huruf mati yang boleh diucapkan sembarangan oleh orang Yahudi. Sebutan ‘yhwh' bukan sekedar nama, tetapi juga memiliki arti yaitu: ‘Aku di sini untukmu' (William Dryness).

Kehadiran Allah yang Maha Kuasa merupakan jaminan sukacita kita. Apapun masalah hari ini, Ia selalu ada di sini untuk Anda. Jangan pernah berpikir untuk menyerah, kompromi dengan dosa, apalagi bunuh diri. Bunuh diri merupakan ‘permanent solution for temporary problem'. Tindakan ini bukan dilakukan oleh pemberani, melainkan pengecut.

Kalau Tuhan adalah sumber sukacita Anda, apakah Anda juga menjadi sumber sukacita bagi orang lain? Atau ‘hadirat' Anda merupakan kabar buruk bagi orang lain! Sukacita tidak dirancang untuk dinikmati seorang diri, melainkan untuk dinikmati bersama.

Yesus adalah sumber sukacita sejati. Saat yang sejati itu sudah Anda miliki, Apakah Anda masih mau mencari sumber yang lain?

Friday, July 24, 2009

Penghiburan Kel. Jimmy Terok


Kami Segenap Majelis dan Jemaat Mt Carmel turut berdukacita yang sangat dalam atas meninggalnya Ibunda, Ibu Mertua, Oma tercinta untuk beristirahat sementar waktu pada tanggal 18 Juni 2009 jam 4.00 pagi di Manado dari saudara terkasih dan juga anggota jemaat dari Mt. Carmel yakni Kel Jemmy Terok dan Linda Terok.

Pada kesempatan ini pada tanggal 18 Juli 2009 Gereja Mt. Carmel ingin mengadakan kebaktian penghiburan kepada Keluarga yang ditinggalkan untuk memberikan kekuatan dan penghiburan, dimana saat ini kita hanyaberpisah sementara waktu saja dan saatnya nanti kita akan kembali berkumpul bersama di kerajaan Surga.

Ulang Tahun Franceska Larasati Balboa


Sabat 18 Juli 2009 adalah sabat yang istimewa dimana Franceska Larasati Balboa merayakan ulang tahun yang pertama bersama dengan Jemaat Mt. Carmel dimana keluarga besar dari Dr. Ronny Suling sangat berbahagia dengan pertambahan usia dari cucu tercinta mereka. Dan keluarga ingin membagikan kebahagian tersebut melalui kue ulang tahun yang besar ini, Puji Tuhan.

Selamat Ulang Tahun kami ucapkan kepada Fransceska dan juga kepada kedua orang yaitu Ivano dan Felicia Balboa GOD Bless

Penyerahan Anak


Sabat 18 Juli 2009 Gereja Mt. Carmel mengadakan acara penyerahan anak dari Keluarga Ivano dan Felicia Balboa dimana Tuhan telah mempercayakan seorang Putri yang bernama Franceska Larasati Balboa dan keluarga ini merasa bersukacita sehingga mereka ingin Tuhan Yesus mengambil bagian untuk memberkati putri yang mereka kasihi ini dengan melakukan acara Penyerahan Anak yang dilakukan oleh Gembala Jemaat Pdt JSM Sagala. Puji Tuhan kiranya Keluarga selalu diberkati dengan berkelimpahan dan anak- anak mereka yaitu Alvino dan Franceska boleh menjadi berkat dimana saja. AMIN

Kami mewakili majelis dan jemaat Mt. Carmel mengucapkan selamat dan Tuhan Yesus Memberkati

FREE FROM STRESS

Sabat tanggal 18 Juli 2009 di acara kebaktian kita yang mengambil bagian untuk berkhotbah ada Gembala Jemaat kita Pdt. JSM Sagala, dimana beliau mengajak kita di Jaman yang sudah semakin tak menentu apapun yang kita hadapi dan alami berusaha untuk kita jangan sampai terbawa dengan keadaan karena itu akan menjadikan diri kita stress karena di dalam alkitab dikatakan stress make people stupid oleh karena itu kita hadapi semua dengan selalu bersyukur dan berserah kepada Tuhan dibawah ini adalah ringkasan dari khotbah yang diberikan Pdt JSM Sagala kiranya ini menjadi Berkat dan Kekuatan bagi kita semua . AMIN

Pendahuluan:

1. Filipi 4:6 Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan.

2. Berhentilah utk merasa khawatir, jangan biarkan dirimu frustasi. Dalam waktu Tuhan yang sempurna, segala rencanaNya akan terwujud. Tidak ada rencana Tuhan yang gagal.

3. Kita harus bertindak lebih dari sekedar beriman, karena iman yang sejati diikuti dengan tindakan. Apapun pergumulan kita, itulah saatnya kita merencanakan yang terbaik bersama Tuhan.

Belajar dari Musa dalam menghadapi tekanan yang berat dalam hidupnya.

Keluaran Pasal 17: 1-7

Kisah umat Israel mencobai Tuhan dengan bertengkar dan bersungut dikarenakan tidak ada air.

Manusia seringkali lebih mementingkan nafsu kedagingannya, sehingga menimbulkan stres.

Ayat 4: Musa berseru kepada Tuhan meminta petunjuk.

Ketika ada masalah, kita harus meminta petunjuk kepada Tuhan, bahkan sebelum ada masalah kita harus meminta petunjuk kepada Tuhan.

Sikap Musa datang ke Tuhan adalah dengan yakin dan percaya, bahwa Tuhan adalah solusi yang terbaik.

Yakobus 1:8 Kita tidak boleh mendua hati, ketika kita meminta solusi dari Tuhan, kita harus yakin dan percaya bahwa solusiNya adalah yang terbaik, dan kita jalankan.

Stress make people stupid.

Stress make people selfish.

Ketika kita memiliki masalah, kita juga membutuhkan orang-orang lain untuk membantu kita, maka kita boleh ijinkan orang-orang yang tepat untuk membantu kita.

Ibrani 12:14 Berusahalah hidup damai dengan semua orang.

Bila kita terluka, memaafkan adalah awal dari pemulihan.

Sikap hidup damai:

1. Pemaaf

2. Rendah hati

3. Setia

Sikap untuk melewati stres:

Jangan menjauhkan diri dari Tuhan.

Jangan ada nafsu yang rendah seperti Esau. Demi nafsu kedagingan, kita mengorbankan iman kita.

Jangan sampai tertutup pintu kasihan.

Bersukacitalah senantiasa di dalam Tuhan.

Jadilah kita semakin baik di mata Tuhan, setap hari, menyambut kedatanganNya nanti.

Kesimpulan:

1. Mulailah tiap hari dengan hubungan yang baru, khususnya dengan keluarga kita.

2. Jangan pernah ijinkan hal-hal yang kecil menumpuk dalam hati kita.

3. Jangan menyimpan kebencian ataupun kesalahan-kesalahan dalam hati kita.

4. Sikap pahit hati yang disimpan akan menghasilkan permasalahan yang baru.

5. Sikap hati mempengaruhi prilaku kita dan akan menyulitkan kehidupan kita untuk menyesuaikan diri.

6. Waspadalah akan akar pahit yang dapat mencemari hidup kita.

7. Semakin lama kita menyimpan kebencian, semakin lama akar pahit akan bertumbuh dan mencemari kehidupan kita.

Ibrani 12:15 Jagalah supaya jangan tumbuh akar pahit.

Roma 4: Allah berkuasa untuk menepati janjiNya.

Yesaya 52:13 Sesungguhnya hambaKu akan berhasil.

Ps JSM Sagala

Berhenti Menyangkali Dosa Anda

Yohanes 1:9

Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.

Menyangkal adalah sebuah tindakan yang suka dilakukan manusia untuk memanipulasi keadaan yang sedang terjadi. Penyangkalan tidak hanya dilakukan pria saja atau wanita saja, orang tua saja atau anak kecil saja, semua pasti pernah melakukannya.

Berapa banyak orang yang menyangkali keberadaan dirinya yang memiliki kekurangan dengan cara operasi plastik atau berkata dirinya baik-baik saja padahal sakit. Lebih parahnya lagi, banyak dari manusia yang tidak mengakui bahwa mereka adalah orang yang berdosa dan perlu pengampunan dari Tuhan.

Penyangkalan yang terus menerus dilakukan manusia sebenarnya adalah kesedihan bagi Tuhan. Dia bersedih karena anak-anakNya menolak keberadaan-Nya dan kasih karunia-Nya. Dia ingin mendekat kepada manusia dan berkomunikasi dengan manusia. Namun, itu tidak dapat terjadi bila dosa masih melekat dalam manusia.

Allah sudah membuka jalan agar manusia dapat berhubungan kembali dengan-Nya dan mengalami berkat-berkatNya dengan mengirimkan Yesus ke dalam dunia. Yesus menjadikan hidupNya sebagai korban penghapus dosa manusia.

Tuhan menginginkan manusia untuk jujur dan mengakui segala kelemahan hidupnya. Dia ingin manusia datang kepada-Nya dan berkata "Tuhan, aku manusia lemah dan berdosa. Aku mengakui keselamatan hanya datang dari-Mu. Tuhan ampuni aku".

Apa yang Anda tunggu saat ini?? Mulailah datang kepada Tuhan hari ini dan akui bahwa diri Anda adalah orang berdosa. Ungkapkan segala kelemahan Anda dan nyatakan kepada Tuhan bahwa hanyalah Dia yang sanggup memberikan jaminan keselamatan hidup kekal selama-lamanya.

Menerima siapa diri Anda sebagai manusia di hadapan Tuhan adalah kunci pintu untuk Anda menerima anugerah-Nya yang besar



Sumber: Kathy Schultz – Saduran Artikel Devotional “Denial: The Great Cover Up”

Thursday, July 23, 2009

Apapun yang Terjadi ….BERSYUKURLAH …



Dalam hidup ini kita banyak mengalami masalah-masalah yang berat. Biasanya untuk menghadapinya kita selalu menangis ..meradang…dan selalu melihat kita adalah orang yang malang. Tapi pernahkah anda melihat dari kacamata yang berbeda, bila sedang menghadapi suatu masalah ? ikuti dulu kisah petani miskin berikut ini.

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan. Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."
Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100
kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung
yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu .."

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda
tersebut terlalu kuat sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani,
sungguh malang nasibmu!". Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Pemud
a itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!". Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Kisah di atas, mengungkapkan sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang Tuhan buat kita. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" . Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.

Indonesia baru-baru ini menghadapi terror bom yang meletus di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Secara spontan kita mengatakan sungguh malang nasib bangsa Indonesia kali ini. Dengan kejadian diatas harusnya kita jangan cepat-cepat mengatakan Indonesia Negara yang malang atau sial krn kejadian tersebut. Siapa tahu dgn kejadian tersebut membuat Indonesia lebih maju dan terkenal.

Saya sudah mengalami apa yang namanya dipecat dari perusahaan atau PHK atau perusahaan dilikuidasi. Tahun 1997, bank tempat saya bekerja di umumkan di TV di likuidasi oleh pemerintah. Semua karyawan menangis dan marah-marah. Saya pada waktu itu entah kenapa pasrah. Ketika semua orang tidak masuk kantor setelah likuidasi tersebut, saya masih masuk seperti biasa. Walaupun tidak ada yang di kerjakan dan di kantor tidak ada siapa-siapa lagi selain satpam yang menjaga kantor. Kemudian saya coba cari informasi bank mana yang membutuhkan pegawai. Saya coba membuat CV dan melamar ke bank lain. Singkat cerita bulan berikutnya saya sudah diterima di bank lain. Gaji saya terima “doble” dari bank yang lama dan dari bank yang baru. Semua orang mengatakan saya beruntung.

Anda mau melihat dari kacamata mana. anda yang “Beruntung” atau anda yang “Sial”

Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini seperti kejadian – kejadian : PHK , tabrakan di jalan, Mutasi tugas , Bencana Alam, Gempa Bumi , Konflik rumah tangga , Putus Cinta dan apapun namanya itu. . . .karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.

Raja Daud, dalam kitab Mazmur 107 : 1, Berkata : Bersyukurlah kepada Tuhan. Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya .

Jika anda menghadapi masalah, mari kita katakan: Gak..Masalah…

23 July 2009, by Halomoan Tambunan