Thursday, July 23, 2009

Apapun yang Terjadi ….BERSYUKURLAH …



Dalam hidup ini kita banyak mengalami masalah-masalah yang berat. Biasanya untuk menghadapinya kita selalu menangis ..meradang…dan selalu melihat kita adalah orang yang malang. Tapi pernahkah anda melihat dari kacamata yang berbeda, bila sedang menghadapi suatu masalah ? ikuti dulu kisah petani miskin berikut ini.

Alkisah jaman dahulu kala ada seorang petani miskin yang hidup dengan seorang putera nya. Mereka hanya memiliki seekor kuda kurus yang sehari-hari membantu mereka menggarap ladang mereka yang tidak seberapa. Pada suatu hari, kuda pak tani satu2 nya tersebut menghilang, lari begitu saja dari kandang menuju hutan. Orang-orang di kampung yang mendengar berita itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh malang nasibmu!".Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."
Keesokan hari nya, ternyata kuda pak Tani kembali ke kandangnya, dengan membawa 100
kuda liar dari hutan. Segera ladang pak Tani yang tidak seberapa luas dipenuhi oleh 100 ekor kuda jantan yang gagah perkasa. Orang2 dari kampung berbondong datang dan segera mengerumuni "koleksi" kuda2 yang berharga mahal tersebut dengan kagum. Pedagang2 kuda segera menawar kuda2 tersebut dengan harga tinggi, untuk dijinakkan dan dijual. Pak Tani pun menerima uang dalam jumlah banyak, dan hanya menyisakan 1 kuda liar untuk berkebun membantu kuda tua nya.

Orang-orang di kampung
yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!".Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu .."

Keesokan hari nya, anak pak Tani pun dengan penuh semangat berusaha menjinakan kuda baru nya. Namun, ternyata kuda
tersebut terlalu kuat sehingga pemuda itu jatuh dan patah kaki nya.
Orang-orang di kampung yang melihat peristiwa itu berkata: "Wahai Pak tani,
sungguh malang nasibmu!". Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Pemud
a itupun terbaring dengan kaki terbalut untuk menyembuhkan patah kakinya. Perlu waktu lama hingga tulang nya yang patah akan baik kembali. Keesokan hari nya, datanglah Panglima Perang Raja ke desa itu. Dan memerintahkan seluruh pemuda untuk bergabung menjadi pasukan raja untuk bertempur melawan musuh di tempat yang jauh. Seluruh pemuda pun wajib bergabung, kecuali yang sakit dan cacat. Anak pak Tani pun tidak harus berperang karena dia cacat.

Orang-orang di kampung berurai air mata melepas putra-putra nya bertempur dan berkata: "Wahai Pak tani, sungguh beruntung nasibmu!". Pak tani hanya menjawab, "Malang atau beruntung? Aku tidak tahu ..."

Kisah di atas, mengungkapkan sebagai manusia, kita memiliki keterbatasan untuk memahami rangkaian kejadian yang Tuhan buat kita. Apa2 yang kita sebut hari ini sebagai "kesialan", barangkali di masa depan baru ketahuan adalah jalan menuju "keberuntungan" . Maka orang2 seperti Pak Tani di atas, berhenti untuk "menghakimi" kejadian dengan label2 "beruntung", "sial", dan sebagainya.

Indonesia baru-baru ini menghadapi terror bom yang meletus di Hotel JW Marriot dan Ritz Carlton. Secara spontan kita mengatakan sungguh malang nasib bangsa Indonesia kali ini. Dengan kejadian diatas harusnya kita jangan cepat-cepat mengatakan Indonesia Negara yang malang atau sial krn kejadian tersebut. Siapa tahu dgn kejadian tersebut membuat Indonesia lebih maju dan terkenal.

Saya sudah mengalami apa yang namanya dipecat dari perusahaan atau PHK atau perusahaan dilikuidasi. Tahun 1997, bank tempat saya bekerja di umumkan di TV di likuidasi oleh pemerintah. Semua karyawan menangis dan marah-marah. Saya pada waktu itu entah kenapa pasrah. Ketika semua orang tidak masuk kantor setelah likuidasi tersebut, saya masih masuk seperti biasa. Walaupun tidak ada yang di kerjakan dan di kantor tidak ada siapa-siapa lagi selain satpam yang menjaga kantor. Kemudian saya coba cari informasi bank mana yang membutuhkan pegawai. Saya coba membuat CV dan melamar ke bank lain. Singkat cerita bulan berikutnya saya sudah diterima di bank lain. Gaji saya terima “doble” dari bank yang lama dan dari bank yang baru. Semua orang mengatakan saya beruntung.

Anda mau melihat dari kacamata mana. anda yang “Beruntung” atau anda yang “Sial”

Maka berhentilah menghakimi apa yang terjadi hari ini seperti kejadian – kejadian : PHK , tabrakan di jalan, Mutasi tugas , Bencana Alam, Gempa Bumi , Konflik rumah tangga , Putus Cinta dan apapun namanya itu. . . .karena .. sungguh kita tidak tahu apa yang terjadi kemudian dibalik peristiwa itu.

Raja Daud, dalam kitab Mazmur 107 : 1, Berkata : Bersyukurlah kepada Tuhan. Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya .

Jika anda menghadapi masalah, mari kita katakan: Gak..Masalah…

23 July 2009, by Halomoan Tambunan


No comments:

Post a Comment