
Mat 15 : 8 “ Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari Aku.”
Seorang kontraktor di Kalifornia mencetuskan suatu ide inovatif dalam menjual rumah-rumahnya, Ia pikir cara yang baik untuk membuat rumah tampak menarik adalah dengan menghadirkan keluarga di dalam saat ia memamerkan rumah itu kepada calon pembeli. Maka ia menyewa para actor untuk memerankan keluarga bahagia dalam rumah-rumah model yang dibangun perusahaannya. Bahkan para pembeli dapat bertanya kepada para actor tentang kondisi rumah itu. Setiap anggota keluarga palsu itu menjalankan perannya masing-masing. Ada yang memasak, menonton televisi, dan bermain sementara para calon pembeli rumah melihat-lihat.
Pemalsuan seperti ini memang tidak salah, namun renungkan kepura-puraan para pemimpin agama di zaman Yesus ( Mat 15:1-9) Mereka pura-pura mengasihi Allah, dengan saleh membuat daftar aturan yang harus mereka dan orang lain patuhi. Namun, ini hanya cara agar mereka tampak saleh. Mereka bahkan menganggap aturan buatannya sama pentingnya dengan hukum yang langsung difirmankan Tuhan (ay 5,6) Yesus menyebut mereka munafik (ay 7). Di ucapkan bibir saja tampak mereka menghormati Allah, tetapi hati mereka berkata lain- mereka jauh dari-Nya ( ay.8)
Orang di masa kini pun banyak yang berpura-pura seperti ini. Secara lahiriah kita seperti orang kristiani yang baik karena rajin kegereja, memberikan persembahan/perpuluhan, menaati beberapa peraturan sesuai hukum dan berkata benar. Kita sering berkata kita mengasihi Yesus tapi mungkin hati kita jauh dari pada-Nya. Marilah kita memulai hidup kita hari ini dengan ketidak pura-puraan, marilah kita mencintai Tuhan kita dengan segenap hati…
Allah melihat jalan kita dan mengenal hati kita
Apa yang dapat kita sembunyikan dari pada-Nya
Kebenaran lahiriah tak menyelamatkan,
Dia tahu lubuk hati kita yang terdalam.- Sper
No comments:
Post a Comment